Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

IPTEK · 14 Nov 2025 20:22 WIB ·

124 Mahasiswa UI Petakan Multidimensi 6 Desa Sukabumi Berbasis Satelit


					Tim FMIPA UI ketika sedang mengukur untuk pembuatan peta multidimensi enam desa di Sukabumi yang berbasis satelit. (HO-Humas UI.) Perbesar

Tim FMIPA UI ketika sedang mengukur untuk pembuatan peta multidimensi enam desa di Sukabumi yang berbasis satelit. (HO-Humas UI.)

Sukabumi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Sebanyak 124 mahasiswa Program Studi Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI tuntas melaksanakan Kuliah Kerja Lapang (KKL) di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, dengan fokus pada pembangunan peta multidimensi berbasis satelit di enam desa. Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari Tridarma Perguruan Tinggi, di mana hasil pemetaan dan analisis data diserahkan langsung kepada pemerintah desa untuk mendukung perencanaan pembangunan yang terarah.

Koordinator KKL, Astrid Damayanti, menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memastikan mahasiswa memahami penerapan teori geografi di lapangan secara komprehensif. “Mahasiswa tidak hanya belajar memetakan wilayah, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami dinamika ruang secara nyata. Data lapangan yang dihasilkan ini akan kami serahkan kepada pemerintah desa sebagai bentuk kontribusi akademik yang berdampak,” ujarnya di Depok, Jawa Barat, Jumat.

Pemetaan Partisipatif dan Verifikasi Data Spasial
Selama enam hari, mahasiswa Geografi UI memetakan batas wilayah, menyusun profil desa, dan melakukan verifikasi peta tematik berbasis citra satelit resolusi tinggi di enam desa sasaran, yaitu Desa Kertajaya, Cihaur, Loji, Cidadap, Cibuntu, dan Mekarasih.

Sebelum turun ke lapangan, setiap kelompok mahasiswa telah menyiapkan peta kerja tematik menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (GIS). Di lapangan, mereka melakukan verifikasi penggunaan lahan, pengukuran debit dan kualitas air, pemetaan partisipatif bersama warga, serta wawancara untuk memperbarui data spasial dan sosial.

Setiap desa dipetakan dengan tema spesifik yang berbeda-beda, meliputi aspek geologi, geomorfologi, hidrologi, jenis tanah, penggunaan lahan, dan aktivitas manusia.

Misalnya, di Desa Cibuntu yang memiliki luas 1.963 hektare dengan mayoritas penduduk petani, mahasiswa berhasil mengidentifikasi 22 titik sampel batuan sedimen dan lima air terjun. Temuan ini menjadi bahan analisis penting untuk mengetahui potensi sumber daya alam dan wisata geologi di wilayah tersebut.

Mengupas Tantangan dan Isu Lingkungan
Kegiatan KKL kali ini juga mengupas isu-isu strategis dan tantangan geografis yang dihadapi masyarakat setempat. Mahasiswa menemukan adanya aktivitas pertambangan—baik yang legal maupun Penambangan Tanpa Izin (PETI)—di Desa Kertajaya dan Desa Cihaur. Data ini selanjutnya dianalisis untuk mengukur dampaknya terhadap tata ruang dan lingkungan.

Tantangan di lapangan juga ditemukan akibat dampak bencana alam, seperti di beberapa dusun di Desa Mekarasih dan Desa Cibuntu yang sempat terisolir akibat longsor. Selain itu, pengukuran debit air terkendala oleh kondisi sungai yang lebar dan bercabang.

Pemetaan batas wilayah yang dilakukan secara partisipatif ini sangat penting untuk memperjelas struktur tata ruang di tingkat desa, sehingga dapat membantu pemerintah setempat dalam merencanakan pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Hasil KKL untuk Kebijakan Berbasis Data
Data lapangan yang dikumpulkan mengenai potensi pertanian dan risiko kebencanaan juga krusial. Informasi ini akan digunakan untuk menganalisis kerentanan wilayah terhadap perubahan iklim, yang dampaknya berpengaruh langsung terhadap ketahanan pangan masyarakat.

Hasil akhir dari KKL ini berupa peta digital dan cetak, laporan profil desa, serta Buku Potensi Desa Kecamatan Simpenan. Diharapkan, produk akademik ini dapat dimanfaatkan pemerintah daerah sebagai dasar kebijakan pembangunan berbasis data dan prinsip keberlanjutan.

“Kabupaten dan Kota Sukabumi telah menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa Geografi FMIPA UI untuk menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat sejak dua dekade terakhir,” tutup Astrid Damayanti, yang bersama enam dosen dan tiga asisten dosen lainnya membimbing kegiatan ini. Ke depan, kegiatan KKL ini akan diperluas ke desa-desa lain di Sukabumi.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sawah Krandegan Panen 3 Kali Lewat Pompa Surya

22 Mei 2026 - 14:16 WIB

Membongkar Birokrasi Lambat, Desa Sukaindah Bekasi Bersiap Digital

18 Mei 2026 - 22:21 WIB

Hilirisasi Daun Iboih Ubah Wajah Ekonomi Aneuk Batee

2 Mei 2026 - 06:18 WIB

Modal Dengkul Hasil Sawah: Rahasia Sukses Kandang Komunal Kadirejo

13 April 2026 - 17:47 WIB

Sitinjau Lauik Merdeka Sinyal: Mudik 2026 Makin Aman

20 Maret 2026 - 21:32 WIB

Algoritma Baru Google: Angin Segar Buat Berita Desa

19 Maret 2026 - 11:26 WIB

Trending di IPTEK