Toba, Sumatera Utara [DESA MERDEKA] – Desa Parhabinsaran, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba, dilanda ketegangan akibat sengketa tanah yang berujung pada ancaman serius. Sogar Manurung, salah satu warga, kini hidup dalam kegelisahan setelah diancam akan dibunuh dan gubuknya dibakar oleh Sturman Manurung. Peristiwa ini terjadi di tengah mediasi desa yang dihadiri langsung oleh Kepala Desa Parhabinsaran, Fransiskus Manurung, beserta perangkatnya.
Menurut penuturan Sogar, ancaman itu muncul ketika ia mempertahankan sebidang tanah yang sudah dikuasai olehnya dan ayahnya selama 40 tahun. Tanpa alasan yang jelas, Sturman berulang kali mengklaim kepemilikan tanah tersebut. “Di depan Kepala Desa dan perangkat, Sturman mengancam akan menghabisi saya serta membakar gubuk saya,” ungkap Sogar pada Senin (1/9/2025).
Kekhawatiran Sogar bukan tanpa alasan. Mustar Manurung, warga lain, membenarkan bahwa Sturman dikenal sebagai sosok yang temperamental. Mustar bahkan berbagi pengalaman pribadinya, di mana istrinya pernah hampir dicangkul oleh Sturman saat berada di sawah, meski tanah tersebut hanya dalam status gadai. Mustar juga menegaskan bahwa tanah yang saat ini dikuasai Sturman tidak ada hubungannya dengan tanah milik Sogar.
Dua perangkat desa, Sittong Manurung dan Laotri Manurung, menguatkan pernyataan Sogar. Keduanya menjadi saksi langsung saat mediasi berlangsung. Mereka membenarkan adanya ancaman pembunuhan dan pembakaran gubuk yang dilontarkan oleh Sturman.
Menanggapi situasi ini, Kepala Desa Fransiskus Manurung mengonfirmasi bahwa mediasi pertama memang telah dilaksanakan pada 26 Agustus 2025 dan akan dilanjutkan kembali pada 26 September 2025. Fransiskus membenarkan bahwa Sturman sempat mengklaim tanah Sogar dan terjadi adu argumen. “Saya mendengar ada kata-kata ‘menghabisi’, meski soal ancaman membakar gubuk saya tidak dengar,” ujar Fransiskus. Meskipun demikian, ia memberikan jaminan bahwa ancaman tersebut tidak akan terjadi dan keamanan Sogar akan dijaga.
Kini, seluruh mata tertuju pada mediasi lanjutan yang diharapkan dapat membawa titik terang dan solusi damai bagi kedua belah pihak, serta mengembalikan ketenangan di Desa Parhabinsaran.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.