Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

SOSBUD · 12 Jul 2025 02:24 WIB ·

Tolak Bala Muharram Sejegi: Tradisi Eratkan Warga Mempawah


					Kepala Desa Sejegi Herri Gustaman bersama warganya saat menggelar tradisi doa ‘tolak bala’ di Jumat ketiga bulan Muharram 1447 H, Jumat (11/7/2025). (Image courtesy: SUARAKALBAR.CO.ID) Perbesar

Kepala Desa Sejegi Herri Gustaman bersama warganya saat menggelar tradisi doa ‘tolak bala’ di Jumat ketiga bulan Muharram 1447 H, Jumat (11/7/2025). (Image courtesy: SUARAKALBAR.CO.ID)

Mempawah, Kalimantan Barat [DESA MERDEKA] Sambut Tahun Baru Islam, warga Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, aktif melestarikan tradisi ‘Tolak Bala’ di Bulan Muharram. Salah satu pelaksanaannya terlihat di Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur, yang rutin mengadakan tradisi ini setiap pagi Jumat selama bulan Muharram.

Pada Jumat (11/7/2025), yang merupakan Jumat ketiga Muharram 1447 H, pemandangan kebersamaan tampak jelas di persimpangan jalur masuk Desa Sejegi. Dipimpin oleh Kepala Desa Sejegi, Herri Gustaman, sejumlah warga berkumpul dengan menggelar tikar, membawa berbagai hidangan makanan, minuman, dan kue-kue dari rumah masing-masing. Setelah duduk rapi, tokoh agama setempat memimpin doa bersama ‘Tolak Bala’ yang khusyuk, diikuti dengan sesi makan bersama dalam suasana hangat penuh kekeluargaan.

Herri Gustaman menjelaskan, tradisi ‘Tolak Bala’ ini telah berlangsung turun-temurun di desanya, seiring dengan perayaan Tahun Baru Islam. Menurutnya, selain memiliki nilai historis yang kuat, Muharram juga diyakini sebagai bulan penuh keberkahan. Oleh karena itu, masyarakat Desa Sejegi merespons keutamaan bulan ini dengan menyelenggarakan tradisi tersebut.

“Tradisi ‘Tolak Bala’ menjadi bentuk permohonan perlindungan dari segala bencana kepada Allah SWT melalui doa bersama warga kami di Desa Sejegi,” tutur Herri Gustaman. Ia menambahkan, doa bersama ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk spiritual, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk mempererat silaturahmi antarwarga. Kebersamaan dalam tradisi ini diharapkan semakin menguatkan ikatan sosial dan solidaritas di tengah masyarakat.

Selain tradisi ‘Tolak Bala’, warga Desa Sejegi juga aktif melaksanakan berbagai amalan sunah di bulan Muharram. Antusiasme menyambut Tahun Baru Islam juga terlihat pada malam 1 Muharram 1447 H, di mana warga mengadakan pawai obor sebagai wujud rasa gembira dan syukur atas datangnya tahun baru dalam kalender Hijriah. Keberlangsungan tradisi ini menunjukkan kekayaan budaya dan spiritual masyarakat Mempawah.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pawai 74 Nagari: Saat Budaya Jadi Napas Pembangunan

20 April 2026 - 21:17 WIB

Kebangkitan BKMT Sungai Limau: Dari Masjid Membangun Ekonomi Desa

19 April 2026 - 15:05 WIB

Satu Dekade Bobok Bumbung: Martabat Desa Lewat Bambu

19 April 2026 - 14:18 WIB

Siltap Langsung dari Pusat: PPDI Karangrejo Perkuat Barisan

18 April 2026 - 21:03 WIB

Silat Sumbar: Dari Nagari Menuju Panggung Olimpiade Dunia

13 April 2026 - 13:35 WIB

Sinergi Pers dan Aparat: Jaga Keamanan Parungpanjang Lewat Informasi

12 April 2026 - 21:12 WIB

Trending di SOSBUD