Cirebon [DESA MERDEKA] – Ratusan warga Desa Japura Lor, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, memadati kantor desa setempat pada Rabu (3/6/2025). Kedatangan mereka bertujuan untuk beraudiensi dengan pemerintah desa (Pemdes) dan unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) serta Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) desa. Audiensi ini menjadi sorotan utama lantaran dugaan penyaluran bantuan sosial (Bansos) beras yang tidak tepat sasaran dan pertanyaan terkait kepengurusan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Muhammad Suwandi, salah seorang perwakilan warga, mengungkapkan bahwa kedatangan mereka didasari oleh berbagai dugaan penyelewengan. Salah satunya adalah dugaan pengalihan Bansos beras yang seharusnya diterima oleh keluarga penerima manfaat (KPM) sesuai data, namun justru diberikan kepada warga yang tidak terdaftar.
“Sekitar tahun 2024, desa ini menerima program Bansos beras dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Seharusnya, bantuan ini dibagikan kepada mereka yang tercantum sebagai penerima. Namun, yang terjadi, ratusan warga yang datanya ada justru tidak menerima,” jelas Suwandi.
Ia menambahkan, setelah ditelusuri, data penerima dengan realisasi penyaluran tidak sinkron. “Ada dugaan oknum yang mengambil beras tersebut. Ini sangat ironis, KPM yang jumlahnya ratusan tidak menerima bantuan beras. Kalaupun terjadi peralihan, tentunya harus sesuai mekanisme yang berlaku,” tegasnya.
Ketika ditanyakan mengenai berita acara penyaluran, pihak desa hanya menjawab ada tanpa bisa memperlihatkan dokumen yang diminta warga. “Jelas ini ada kesalahan. Tentang siapa yang bersalah, nanti proses hukum yang akan menjawab,” kata Suwandi. Pihaknya berencana untuk bermusyawarah dengan para penerima bantuan yang tidak mendapatkan haknya. Jika diperlukan, kasus ini tidak menutup kemungkinan akan dilanjutkan ke ranah hukum.
“Intinya, kami menginginkan adanya pemerintahan desa yang bersih dan tidak memangkas hak warga dengan dalih apa pun,” ujar Suwandi, seraya berharap pihak berwajib dapat mengusut tuntas dugaan oknum yang bermain dalam pembagian Bansos beras ini.
Menanggapi tuntutan warga, Kuwu Japura Lor, Gufron, menyatakan akan melakukan evaluasi kinerja masing-masing sektor untuk perbaikan ke depan. “Kami ucapkan terima kasih pada masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi dan segera membenahi internal desa guna lebih baik,” ungkap Gufron.
Senada dengan Kuwu, Plt. Camat Pangenan, Deni Syafrudin, menuturkan bahwa audiensi ini merupakan upaya menuju arah yang lebih baik dalam pelaksanaan roda pemerintahan desa. “Tentunya, akan menjadi dukungan bagi kami untuk lebih meningkatkan pembinaan di setiap desa agar lebih maksimal,” tutur Deni.
Deni juga menyoroti adanya dugaan oknum yang bermain dalam pembagian Bansos beras, yang terungkap dari dialog interaktif tersebut. “Akan kami konfirmasi pada Puskesos desa apakah penyaluran bansos beras tersebut sudah sesuai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis,” pungkasnya.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.