Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 5 Jun 2025 12:32 WIB ·

Gubernur Sumbar Kaget! Pedagang Masih Nekat Jualan di Kelok 9


					Gubernur Sumbar Kaget! Pedagang Masih Nekat Jualan di Kelok 9 Perbesar

Limapuluh Kota, Sumbar [DESA MERDEKA] Pemandangan tak terduga menyambut Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat melintasi Jembatan Kelok 9 di Kabupaten Limapuluh Kota pada Rabu (4/6/2025). Ia terkejut mendapati sejumlah pedagang nekat menggelar dagangan di atas badan jembatan yang merupakan salah satu ikon infrastruktur kebanggaan Sumatera Barat. Sontak, kejutan gubernur ini mengubah agenda perjalanannya menjadi aksi penertiban spontan.

Mahyeldi mengaku sangat menyayangkan kejadian ini. Baginya, aktivitas jual beli di atas jembatan bukan hanya mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi merusak struktur jembatan itu sendiri. “Bapak/Ibu jangan berjualan di sini, itu sudah ada tanda larangan. Ayo, segera pindah jangan di sini, saya minta bangunan ini segera dibongkar. Ini berbahaya, mohon Bapak/Ibu paham ya,” tegas Mahyeldi kepada para pedagang. Nada suaranya menunjukkan kekhawatiran mendalam akan dampak jangka panjang.

Menurut Mahyeldi, Pemerintah Provinsi bersama pemerintah daerah setempat sebenarnya telah berulang kali mengingatkan para pedagang agar tidak berjualan di area strategis tersebut. Bahkan, papan peringatan sebagai tanda larangan berjualan telah terpasang di sejumlah titik di sekitar jembatan. “Ini bukan larangan tanpa alasan. Selain membahayakan pengguna jalan, jembatan ini adalah aset strategis dan kebanggaan kita semua. Jangan sampai karena ketidaktertiban, aset kita rusak. Membangun ini tidak mudah, masa menjaga saja kita tidak bisa,” tutur Mahyeldi, menekankan pentingnya menjaga fasilitas publik.

Melihat kondisi ini, Gubernur juga langsung menginstruksikan kepada dinas terkait, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, agar meningkatkan pengawasan dan melakukan penertiban secara berkala di area Kelok 9. Ia menegaskan bahwa tanpa tindakan tegas, perilaku semacam ini akan semakin sulit dikendalikan.

Beruntung, aksi penertiban mendadak ini berjalan lancar tanpa ketegangan fisik. Para pedagang yang terkejut dengan kehadiran orang nomor satu di Sumbar itu menyatakan kesediaan mereka untuk mengikuti arahan Gubernur. Mereka berjanji akan segera membongkar lapak dagangannya secara mandiri. Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya kesadaran menjaga fasilitas umum.

Jembatan Kelok 9 sendiri merupakan bagian dari jalur strategis penghubung Sumatera Barat–Riau yang ramai dilintasi kendaraan setiap harinya. Kehadiran pedagang di atas jembatan dinilai sangat berisiko terhadap keselamatan dan kelestarian konstruksi jembatan yang rampung dibangun pada tahun 2013 lalu itu. Aksi penertiban pedagang Kelok 9 oleh Gubernur Mahyeldi ini diharapkan dapat menjadi efek jera dan meningkatkan kesadaran masyarakat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

10 Tahun Pembiaran Limbah TPA Blondo, Sawah Warga Mati!

20 Juni 2026 - 22:00 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

20 Juni 2026 - 20:22 WIB

Universitas Terbuka, Solusi Pendidikan Bagi Pemuda Desa di Halmahera Selatan

20 Juni 2026 - 09:36 WIB

Mangkir dari Audit Dana Desa, Kades Loleo dan Perangkatnya Terancam Sanksi Pidana!

20 Juni 2026 - 08:25 WIB

HTW Peringatkan Modus TPPO Berkedok Bisnis

20 Juni 2026 - 07:12 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

19 Juni 2026 - 05:55 WIB

Trending di RAGAM