Halmahera Selatan, Maluku Utara [DESA MERDEKA] – Transparansi penyaluran bantuan bagi nelayan kembali menjadi sorotan di Desa Pigaraja, Halmahera Selatan. Di tengah isu miring yang beredar, Kepala Desa Pigaraja, Arisno Dewa Putu, akhirnya angkat bicara untuk meluruskan kabar mengenai dugaan penyelewengan dana rompong (rumah ikan) yang sempat menyeret namanya.
Sebelumnya, sebuah media daring menyebutkan bahwa Arisno diduga tidak menuntaskan pembayaran pengadaan rompong yang menelan anggaran sekitar Rp 40 juta. Menanggapi tuduhan tersebut, Arisno dengan tegas membantah adanya ketidakberesan. Menurutnya, informasi yang beredar tidak mencerminkan fakta di lapangan.
“Saya ingin sampaikan bahwa pemberitaan yang beredar tidak sesuai dengan fakta dan kondisi sebenarnya,” ungkap Arisno saat ditemui di kantornya.
Ia menjelaskan bahwa dana bantuan untuk kelompok nelayan telah disalurkan secara langsung dan simbolis. Nilai yang diserahkan kepada perwakilan kelompok nelayan tersebut berjumlah kurang lebih Rp 30 juta, sebuah langkah yang menurutnya dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada warga penerima manfaat.
Lebih jauh, Arisno menyoroti pentingnya etika jurnalistik dalam pemberitaan. Ia menyayangkan adanya informasi yang disebarkan tanpa melalui proses konfirmasi atau verifikasi yang memadai kepada pemerintah desa. Baginya, jurnalisme yang sehat harus mengedepankan prinsip check and balance agar tidak menimbulkan fitnah atau kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Harapan saya, media dapat lebih cermat dalam menyajikan informasi. Jangan sampai pemberitaan dilakukan secara sepihak tanpa konfirmasi dari pihak terkait,” tambahnya.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen, baik pemerintah desa maupun media, akan pentingnya akurasi data. Bagi Desa Pigaraja, insiden ini diharapkan menjadi pembelajaran agar setiap bantuan yang ditujukan bagi penguatan ekonomi masyarakat dapat dikawal dengan keterbukaan. Di sisi lain, peran media sangat krusial dalam pembangunan desa, namun harus tetap berpegang pada objektivitas. Penyaluran bantuan yang tepat sasaran dan akuntabel adalah kunci utama dalam memajukan kesejahteraan para nelayan, sehingga sinergi antara pemerintah desa dan kontrol sosial media harus berjalan beriringan demi terciptanya pembangunan desa yang harmonis dan bebas dari spekulasi yang merugikan.
Kontributor: Sardin Adam
Disclaimer Berita:
Berita ini merupakan klarifikasi dari pihak Kepala Desa Pigaraja terkait pemberitaan yang telah beredar. Redaksi berkomitmen untuk menyajikan informasi secara berimbang dan mendorong semua pihak terkait untuk memberikan keterangan demi tercapainya kejelasan informasi yang utuh. Informasi lebih lanjut akan kami perbarui setelah ada perkembangan dari pihak-pihak terkait.

Activity:
•Reporter •Advocate (Kandidat Notaris PPAT) •Konsultan Pendidikan Nawala Education (Overseas Study Advisor – Nawala Education) •Lecturer
Experience:
•Reporter & News Anchor TVRI •Medical Reps. Eisai Indonesia •HRD Metro Selular Nusantara
***
“Penghargaan paling tinggi bagi seorang pekerja keras bukanlah apa yang dia peroleh dari pekerjaan itu, tapi seberapa berkembang ia dengan kerja kerasnya itu.” – John Ruskin


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.