Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 22 Mei 2023 20:43 WIB ·

Bukan Semen, TPP Jepara Bangun Desa Lewat Konten Kreator


					Bukan Semen, TPP Jepara Bangun Desa Lewat Konten Kreator Perbesar

Jepara, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Pembangunan desa selama ini identik dengan proyek infrastruktur fisik seperti jalan rabat beton atau jembatan. Namun, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, mencoba mendobrak stigma tersebut melalui pendekatan transfer pengetahuan digital yang menyasar kelompok “tak terlihat”: ibu rumah tangga dan kaum milenial.

Melalui mandat Kepmendesa Nomor 143 Tahun 2022, tim TPP yang dipimpin oleh Bahruddin, Arina Zulia Sabara, Yon Andriyan, dkk, memberikan asistensi nyata berupa pelatihan konten kreator secara gratis bagi warga Desa Gelang. Langkah ini diambil sebagai respons atas fenomena masyarakat yang sangat intens menggunakan media sosial, namun masih sebatas menjadi konsumen pasif, bukan produsen yang produktif.

Menyasar “Setengah Pengangguran” dan Milenial
Sudut pandang menarik dari kegiatan ini adalah pesertanya yang didominasi oleh “emak-emak” rumah tangga dan remaja laki-laki. Sebanyak 34 peserta berkumpul di Balai Desa Gelang untuk belajar bagaimana mengubah aktivitas keseharian menjadi konten yang bernilai ekonomi.

TPP melihat ada ruang partisipasi yang luas bagi ibu-ibu yang selama ini dianggap “setengah pengangguran” dan kaum milenial yang minim keterlibatan dalam forum pembangunan desa konvensional. Padahal, alat dan bahan berupa smartphone serta kehidupan sehari-hari sudah tersedia di tangan mereka, hanya saja selama ini minim pendampingan teknis.

“Tujuannya adalah mendorong kreativitas. Kita ingin masyarakat tidak hanya menonton, tapi mulai berpartisipasi memproduksi konten. Syukur-syukur ini menjadi penghasilan tambahan dan bekal positif mengikuti laju teknologi,” tulis tim TPP dalam laporannya.

Potensi Ekonomi di Balik Layar HP
Faktanya, banyak orang telah berhasil meraup penghasilan dari konten hobi seperti memasak, review produk, wisata, hingga sekadar bercanda di media sosial. TPP Kecamatan Keling ingin masyarakat desa sadar bahwa ekonomi kreatif digital bisa tumbuh dari ruang tamu mereka sendiri tanpa harus meninggalkan kewajiban di rumah.

Selain literasi digital, tim TPP Keling juga menawarkan berbagai paket pelatihan “skill” hidup lainnya secara cuma-cuma kepada desa-desa lain. Tawaran tersebut meliputi budidaya lebah madu kelulut hingga pengolahan ikan. Kedepannya, mereka tengah menjajaki kerja sama dengan pihak ketiga untuk pelatihan menjahit, sablon, hingga teknik penetasan telur.

Transformasi ini membuktikan bahwa asistensi pendamping desa telah bergeser. Fokusnya kini bukan lagi sekadar administrasi desa, melainkan memastikan masyarakat memiliki ketangkasan di era ekonomi digital yang semakin kompetitif.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 114 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Warga Dusun 2B Karang Sari Bangun Gapura Sambut HUT ke-81 RI, Semarakkan Desa HELAU

12 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Merah Putih di Gerbang Penyangga: Menjahit Swadaya Lewat Desa HELAU

11 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Pertahankan Ruang Hidup Pesisir, Nagari Ketaping Daulatkan Mitigasi Bencana

9 Agustus 2026 - 18:11 WIB

Tinggalkan Asumsi, RKP Banjararum 2027 Kini Berbasis Data!

9 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Musdes Penetapan ID Banjararum2.

Ini, Cara Desa Langlang Pangkas Birokrasi Posyandu Lewat Genggaman

7 Agustus 2026 - 20:10 WIB

sigap melati

Ironi Dana Desa Imbanagara Raya Disunat Pusat 2026

7 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Trending di KABAR DESA