Tingal, Blitar [DESA MERDEKA] – Sebuah tonggak sejarah diukir di Desa Tingal, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar. Selasa pagi (20/5/2025), balai pertemuan desa menjadi saksi bisu semangat gotong royong dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan berpihak pada perempuan dan anak. Desa Tingal terpilih menjadi desa pertama dari tiga pionir perintisan “Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak” (DRPPA) di seluruh Kabupaten Blitar.
Rembuk desa yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga usai ini dihadiri oleh 40 peserta yang terdiri dari berbagai elemen penting desa. Tampak hadir tokoh masyarakat yang disegani, alim ulama yang memberikan nasihat bijak, para kader desa yang penuh dedikasi, anggota Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PMPA) yang sigap, pemuda-pemudi Karang Taruna yang energik, serta perwakilan Forum Anak Desa yang menyuarakan aspirasi generasi penerus.
Suasana rembuk desa terasa hangat namun fokus. Para peserta antusias mengikuti paparan dari narasumber kompeten, Christina Ambarwati, S.Sos., M.PSDM., seorang fasilitator DRPPA Jawa Timur yang hadir untuk memberikan panduan dan motivasi. Christina memaparkan pentingnya mewujudkan desa yang tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga memberikan ruang partisipasi yang setara bagi perempuan dan menjamin tumbuh kembang anak secara optimal.
Inisiatif pembentukan DRPPA di Kabupaten Blitar ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Seluruh pembiayaan kegiatan rembuk desa, yang menjadi langkah awal yang krusial ini, sepenuhnya ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Blitar Tahun Anggaran 2025. Alokasi dana ini terintegrasi dalam program pengarusutamaan gender dan pemberdayaan perempuan, melalui kegiatan pelembagaan pengarusutamaan gender (PUG) pada lembaga pemerintah di tingkat kabupaten/kota.
Kepala Desa Tingal, Muhyidin, saat ditemui dalam kesempatan terpisah menyampaikan rasa bangga dan komitmennya untuk menjadikan Tingal sebagai contoh bagi desa-desa lain di Blitar. Beliau menekankan bahwa perempuan dan anak adalah aset berharga desa yang perlu dilindungi dan diberdayakan.
“Kami berharap, dengan adanya rembuk desa ini, kita semua semakin solid dan memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya desa yang ramah bagi perempuan dan anak. Ini bukan hanya tugas pemerintah desa, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya penuh harap.
Para peserta rembuk desa aktif memberikan masukan dan berbagi pengalaman terkait isu-isu perempuan dan anak yang ada di Desa Tingal. Berbagai ide dan gagasan konstruktif muncul, mulai dari peningkatan keamanan lingkungan, penguatan pendidikan dan kesehatan bagi anak, hingga pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pelatihan dan pendampingan.
Pembentukan DRPPA di Desa Tingal ini diharapkan menjadi momentum penting bagi Kabupaten Blitar dalam mewujudkan visi daerah yang inklusif dan berkeadilan gender. Langkah awal yang baik ini tentu memerlukan dukungan dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat agar Desa Tingal benar-benar menjadi “rumah” yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi setiap perempuan dan anak.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.