Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

LINGKUNGAN · 17 Mei 2025 12:58 WIB ·

Prigen Diterjang Longsor, Rumah Warga Rusak!


					Material longsor berupa tanah dan batu menimpa rumah warga di Dusun Lumbang Boro, Desa Lumbangrejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, akibat hujan deras pada Jumat (16/5/2025) malam.
Perbesar

Material longsor berupa tanah dan batu menimpa rumah warga di Dusun Lumbang Boro, Desa Lumbangrejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, akibat hujan deras pada Jumat (16/5/2025) malam.

Prigen, Pasuruan [DESA MERDEKA] Alam kembali menunjukkan kuasanya. Hujan deras yang mengguyur kawasan sejuk Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, pada Jumat (16/5/2025) malam, membawa petaka bagi sejumlah warga. Tanah longsor dilaporkan terjadi di dua lokasi berbeda, yakni Desa Lumbangrejo dan Kelurahan Prigen, mengakibatkan kerusakan pada tiga rumah.

Informasi yang dihimpun dari lapangan mengungkap bahwa peristiwa di Desa Lumbangrejo terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Dua rumah yang berdekatan, milik Tawi dan Arif yang merupakan warga Dusun Lumbang Boro, menjadi sasaran amukan material longsor berupa batu dan tanah dari tebing di atasnya.

Beruntung, dalam kejadian yang cukup mengagetkan warga ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa. Namun, kerugian materiil dialami oleh pemilik rumah, terutama Tawi. Rumahnya mengalami kerusakan yang cukup parah, dengan bagian kamar jebol setelah dihantam reruntuhan tebing.

“Dua rumah terdampak longsor. Yang paling parah kondisinya adalah rumah Bapak Tawi. Kamar rumahnya jebol karena tertimpa material longsor dari tebing,” ungkap Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kecamatan Prigen, Joko Suwarno, menggambarkan situasi mencekam tersebut.

Joko menambahkan, longsoran yang menerjang rumah warga berasal dari tebing dengan ketinggian sekitar 30 meter dan lebar mencapai delapan meter. Kondisi ini sontak membuat warga setempat meningkatkan kewaspadaan, terlebih dengan perkiraan cuaca yang masih menunjukkan potensi hujan susulan.

“Hingga pagi ini, kami bersama warga masih berupaya melakukan pembersihan material longsor. Bantuan yang sangat mendesak saat ini adalah terpal untuk menutup area longsoran. Tujuannya jelas, agar tidak terjadi longsor susulan yang bisa membahayakan warga, apalagi curah hujan di wilayah Prigen masih cukup tinggi,” imbuhnya dengan nada khawatir.

Tak hanya di Lumbangrejo, musibah serupa juga terjadi di Kelurahan Prigen. Longsoran dilaporkan menimpa sebuah rumah yang berada di Lingkungan Prigen Barat. Peristiwa ini diperkirakan terjadi pada tengah malam, sekitar pukul 00.00 WIB, Sabtu (17/5/2025).

Lagi-lagi, kabar baik datang karena tidak ada korban jiwa dalam kejadian di Kelurahan Prigen ini. Namun, kerugian materiil tetap tak terhindarkan. Satu bagian dapur rumah dilaporkan ambrol akibat terjangan longsor, sementara sebuah kamar mandi mengalami keretakan yang cukup signifikan.

“Longsor di Prigen Barat ini memiliki ketinggian sekitar lima meter dan lebar enam meter. Akibatnya, satu dapur rumah ambrol dan kamar mandi mengalami retak-retak yang cukup parah. Kondisi kamar mandi ini sangat riskan untuk digunakan karena rawan ambrol juga,” papar Joko, menjelaskan detail kerusakan di lokasi kedua.

Saat ini, pihak FPRB Kecamatan Prigen tengah menunggu kedatangan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan. Kedatangan tim BPBD sangat diharapkan untuk melakukan penanganan awal di lokasi bencana serta mengamankan area terdampak agar tidak menimbulkan risiko lebih lanjut bagi warga sekitar.

“Untuk penanganan lebih lanjut, kami sepenuhnya menunggu kedatangan tim dari BPBD Kabupaten Pasuruan. Sementara ini, kami terus mengimbau kepada seluruh warga Kecamatan Prigen untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor, terutama saat hujan deras mengguyur. Kami juga meminta warga untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang jika melihat adanya tanda-tanda pergerakan tanah atau potensi longsor di sekitar lingkungan pemukiman mereka,” pungkas Joko, berharap kesiapsiagaan warga dapat meminimalisir risiko bencana yang mungkin terjadi.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 87 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jumat Bersih Bantarjaya: Melawan Ego Pembuang Sampah “Sambil Lewat”

17 April 2026 - 10:29 WIB

Benteng Hijau Ketapang: Sinergi Relawan Jaga Pesisir Pangkalpinang

4 April 2026 - 18:57 WIB

Papan Larangan Sampah di Desa Sekip Cuma Pajangan

24 Maret 2026 - 15:16 WIB

CCTV Pangkalpinang: ‘Mata Mata’ Elektronik Pemburu Pembuang Sampah Liar

17 Maret 2026 - 13:39 WIB

Ubah Sampah Jadi Berkah Melalui Aturan Baru Sumbar

15 Maret 2026 - 10:57 WIB

Sampah Pesisir Selatan: Dari Beban Lingkungan Jadi Cuan

13 Maret 2026 - 20:42 WIB

Trending di LINGKUNGAN