Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

KOPDES MP · 15 Mei 2025 09:11 WIB ·

Mimpi Koperasi Merah Putih di Seluma: Terganjal SDM & Dana?


					<em>Kepala Desa Tawang Rejo, Poniman, mengakui desanya belum menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) terkait pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. (Image courtesy: Bengkulutoday.com)</em> Perbesar

Kepala Desa Tawang Rejo, Poniman, mengakui desanya belum menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) terkait pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. (Image courtesy: Bengkulutoday.com)

Seluma, Bengkulu [DESA MERDEKA] Mimpi indah pemerintah pusat untuk mewujudkan Koperasi Desa Merah Putih di seluruh pelosok negeri, termasuk di Kabupaten Seluma, Bengkulu, tampaknya harus menghadapi kenyataan yang sedikit berbeda di lapangan. Alih-alih segera berdiri kokoh, rencana mulia ini justru disambut dengan beragam keluh kesah dari para kepala desa.

Sejumlah pemimpin desa di Bumi Rafflesia ini blak-blakan mengungkapkan bahwa implementasi program tersebut masih jauh dari kata siap. Bukan tanpa dukungan, namun berbagai kendala menghadang di depan mata. Mulai dari minimnya sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni untuk mengelola koperasi, belum matangnya kesiapan kelembagaan di tingkat desa, hingga persoalan klasik, yakni keterbatasan anggaran.

Poniman, Kepala Desa Tawang Rejo, misalnya, mengaku pihaknya mendukung penuh program pemerintah. Namun, ia tak menampik bahwa di desanya sendiri, musyawarah desa khusus (musdes) terkait pembentukan koperasi bahkan belum terlaksana. Kekhawatiran utamanya terletak pada kemampuan pengelolaan koperasi kelak. “Mengelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) saja belum maksimal, apalagi koperasi yang skalanya lebih besar. Kami sangat membutuhkan pendampingan dan ilmu yang memadai, karena urusan administrasi dan keuangan ini bukan pekerjaan sembarangan,” tuturnya, Senin (12/5/2025).

Senada dengan Poniman, Kepala Desa Sumber Arum, Purwanto, juga menyuarakan permasalahan serupa. Menurutnya, keterbatasan SDM menjadi batu sandungan utama di desanya. Ironisnya, sebagian besar sarjana di Sumber Arum justru berasal dari disiplin ilmu non-ekonomi, sehingga diragukan kemampuannya dalam mengelola roda koperasi. “Kami bahkan belum bisa mengadakan rapat atau mempersiapkan apapun karena dana desa belum cair. Kalau bicara soal SDM, mayoritas lulusan kami itu dari bidang pendidikan atau kesehatan, bukan ekonomi,” ungkap Purwanto.

Tak hanya soal SDM, Purwanto juga menyinggung kendala ketersediaan lahan untuk fasilitas koperasi. “Lahan kosong di desa kami nyaris tidak ada. Kantor desa yang ada saja dibangun dari hasil patungan warga dan bantuan donatur,” imbuhnya.

Kisah pilu implementasi Koperasi Desa Merah Putih juga datang dari Kepala Desa Sido Sari, Sumardi. Ia mengatakan bahwa hingga saat ini, pembentukan koperasi di desanya masih belum menemui titik terang. Kesulitan utama terletak pada upaya mencari pengurus koperasi yang bersedia mengemban amanah tanpa adanya kepastian insentif yang jelas. “Warga kami, kalau ditanya soal kesediaan menjadi pengurus, pertanyaan pertama mereka pasti soal insentif. Belum lagi sulitnya mencari tenaga yang benar-benar memiliki keterampilan khusus di bidang perkoperasian,” keluhnya.

Meskipun Dinas Koperasi Kabupaten Seluma telah berupaya melakukan sosialisasi di beberapa desa, seperti di Desa Padang Pelasan, para kepala desa merasa bahwa sosialisasi saja tidak cukup. Mereka menekankan perlunya pendampingan yang lebih intensif dan berkelanjutan dari pemerintah, baik daerah maupun pusat, agar pembentukan koperasi ini dapat berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan, yakni paling lambat Juni 2025.

Melihat berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, target ambisius tersebut diperkirakan akan menemui jalan terjal jika tidak segera diiringi dengan pembinaan yang serius dan terstruktur. Mimpi Koperasi Desa Merah Putih untuk menyejahterakan masyarakat Seluma masih membutuhkan uluran tangan dan perhatian lebih agar tidak sekadar menjadi angan-angan di atas kertas.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dana Desa Malaka Tersandera Proyek Koperasi Merah Putih

27 Maret 2026 - 13:19 WIB

Antitesis Ritel Modern: Kopdes Pastikan Keuntungan Balik ke Warga

24 Maret 2026 - 08:02 WIB

Gerai Merah Putih: Strategi Belu Perkuat Ekonomi di Beranda RDTL

11 Maret 2026 - 12:07 WIB

Koperasi Desa Jadi ‘Pangkalan’ Elpiji: Syarat KTP Kini Wajib!

13 Februari 2026 - 09:51 WIB

Koperasi Merah Putih Margorejo: Dari Dana Desa Untuk Rakyat

12 Februari 2026 - 00:09 WIB

Gampong Lampuja Jadi Pionir Koperasi Syariah di Aceh Besar

9 Februari 2026 - 16:09 WIB

Trending di KOPDES MP