Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 25 Apr 2025 18:58 WIB ·

Kendal Bangga! Petani Milenial Panen Melon dengan Teknologi Canggih


					<em>Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, meninjau panen melon di screen house smart farming Desa Kalibareng.</em> Perbesar

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, meninjau panen melon di screen house smart farming Desa Kalibareng.

Kendal [DESA MERDEKA] –  Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kelompok Tani Desa Kalibareng. Pasalnya, kelompok tani ini telah berhasil menerapkan teknologi modern dalam budidaya melon. “Hari ini, saya meninjau langsung screen house smart farming untuk penanaman buah melon di Desa Kalibareng,” tutur bupati saat meninjau panen yang dikelola Kelompok Tani Marsudi Tani, Kecamatan Patean, Kamis (24/4/2025).

Menurut bupati, screen house smart farming ini merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian RI. Pemerintah Kabupaten Kendal sebelumnya mengusulkan bantuan senilai Rp500 juta tersebut. “Kedatangan saya untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya. Bupati menambahkan, keberhasilan Kelompok Tani Marsudi Tani yang dikelola anak muda dalam panen melon menggunakan teknologi ini membuktikan efektivitas bantuan.

Lebih lanjut, bupati berharap inovasi dan metode modern ini mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian sebagai petani milenial. “Semua proses, mulai penyiraman bibit, pemberian vitamin, hingga pengukuran suhu, sudah menggunakan aplikasi di handphone. Tentu ini jadi lebih mudah,” tuturnya antusias.

Novi Reza Nuroidah, operator screen house smart farming Kelompok Tani Marsudi Tani Desa Kalibareng, menjelaskan detail pertanian modern ini. Penanaman melon dilakukan di lahan seluas 20×25 meter dengan sekitar 700 bibit dalam polybag. “Alhamdulillah, semua bibit menghasilkan buah dengan berat rata-rata 1,2 kg setelah 75 hari tanam,” ujarnya.

Selain itu, Novi menyampaikan bahwa kelompok tani ini telah menjalin kerja sama dengan CV Fertindo Pratama Semarang. Hasil panen melon mereka langsung dibeli dengan harga Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram. Kerja sama ini tentu memberikan kepastian pasar bagi para petani muda Kendal.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 31 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Strap Tas Wastra: MANTAPS! Ketika Warisan Leluhur Jadi Tren Fashion Paling Diburu Tahun 2026

4 Mei 2026 - 22:15 WIB

Evi Yandri Menerima Pengunjuk Rasa Dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia ( KSPSI) Sumatera Barat

4 Mei 2026 - 21:55 WIB

Etika Jurnalisme: Pilar Penjaga Marwah Pembangunan dari Desa

3 Mei 2026 - 12:13 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 27: Pariwisata Ramah Lingkungan

3 Mei 2026 - 09:57 WIB

Kepala Desa Jarang Ngantor Jadi Ancaman Serius Pembangunan

24 April 2026 - 22:13 WIB

Ekonomi Digital Desa: Koperasi Merah Putih Tembus Pasar Dunia

23 April 2026 - 09:32 WIB

Trending di RAGAM