Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 25 Apr 2025 15:33 WIB ·

Surat Siswa Golo Sepang Sentuh Hati Gubernur NTT


					Surat Siswa Golo Sepang Sentuh Hati Gubernur NTT Perbesar

Golo Sepang, NTT [DESA MERDEKA] – Seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Boleng, Teklania Jesi, menuangkan keprihatinannya mengenai keterbatasan infrastruktur sekolahnya di Desa Golo Sepang, Manggarai Barat, melalui sebuah surat yang menyentuh. Surat bertajuk “Jalan Rusak dan Banjir Bukan Dinding Pemisah Harapan” itu ia kirimkan kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Wakil Gubernur, Johanis Asadoma.

Menariknya, surat yang ditulis dengan lugas ini berhasil meraih juara tiga tingkat kabupaten dalam ajang “Sayembara Menulis Surat untuk Gubernur dan Wakil Gubernur NTT.” Pengumuman pemenang sayembara ini berlangsung pada 12 April lalu, bersamaan dengan kunjungan Gubernur Laka Lena ke SMAS St. Familia Wae Nakeng.

Lebih lanjut, sayembara ini merupakan inisiatif dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Nduwano. Tujuannya adalah untuk menyambut Hari Pendidikan Nasional 2025.

Dalam suratnya yang bertanggal 25 Maret, Teklania Jesi secara gamblang menggambarkan sulitnya akses menuju sekolahnya yang terletak di Kampung Hento, bagian dari Desa Golo Sepang. Meskipun sekolahnya hanya berjarak sekitar dua kilometer dari Terang, ibu kota Kecamatan Boleng, namun perjalanan menuju ke sana penuh tantangan.

Selain itu, Teklania menulis bahwa para siswa dan guru setiap hari harus melewati jalan yang rusak parah. Mereka juga harus melintasi sebuah kali yang selalu meluap dan banjir saat musim hujan tiba. Kali ini menghubungkan Kampung Hento dengan Kampung Nampur, yang juga termasuk wilayah Desa Golo Sepang. Akibat kondisi infrastruktur yang memprihatinkan ini, Teklania mengungkapkan bahwa mereka terpaksa berjalan kaki selama kurang lebih satu jam untuk mencapai sekolah, dan waktu tempuh ini sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Tidak hanya masalah akses jalan, Teklania juga menyoroti minimnya fasilitas pendukung di sekolahnya. Ia menyebutkan bahwa sekolah mereka belum teraliri listrik dan tidak memiliki sumber air bersih yang memadai. Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala SMK Negeri 1 Boleng, Pius Pesau, juga telah menyampaikan keluhan serupa mengenai ketiadaan listrik di sekolah yang telah beroperasi selama empat tahun tersebut. Akibatnya, bantuan 21 unit komputer dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT dua tahun lalu terpaksa dititipkan di sekolah lain.

Kemudian, dalam suratnya, Teklania juga mengungkapkan kekurangan meja dan kursi di sekolah, yang memaksa sebagian siswa duduk di lantai saat mengikuti proses belajar mengajar. Ia khawatir, berbagai keterbatasan infrastruktur ini berdampak pada menurunnya minat siswa untuk bersekolah di SMK Negeri 1 Boleng. “Hal ini berdampak pada jumlah siswa,” tulisnya. Saat ini, SMK Negeri 1 Boleng memiliki dua jurusan, yaitu Pertanian dan Usaha Layanan Wisata, dengan total 86 siswa.

Meskipun menghadapi berbagai keterbatasan, Teklania tidak kehilangan harapan. Ia bahkan mengusulkan solusi konkret agar para guru dan siswa bergotong royong memperbaiki jalan rusak dan membangun jembatan sederhana dari kayu dan bambu untuk menyeberangi kali yang sering banjir. Selain itu, ia juga menyarankan agar pihak sekolah mendatangkan ahli untuk mencari sumber air, sehingga sumur dapat dibangun.

Melalui suratnya yang tulus, Teklania berharap Pemerintah Provinsi NTT dapat memberikan bantuan untuk mengatasi persoalan infrastruktur yang dihadapi sekolahnya. Ia meyakini bahwa “ketika infrastruktur baik, maka kualitas pendidikan ikut membaik dan semangat generasi muda semakin menggebu.” Teklania menambahkan bahwa “infrastruktur yang baik menandakan pemerintah yang sukses memperjuangkan kemakmuran rakyatnya.” Di akhir suratnya, ia menulis, “Melalui surat ini, kutitipkan harapan untuk para pemimpin agar bisa membantu mengatasi keterbatasan dan kekurangan kami.”

Pius Pesau mengapresiasi inisiatif sayembara menulis surat ini karena memberikan kesempatan bagi siswa untuk menyuarakan secara langsung permasalahan yang ada di sekolah. Ia berharap sayembara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi yang lebih penting, gubernur dapat mengetahui fakta dan kondisi riil sekolah. “Semoga setelah membaca surat itu, gubernur tergerak untuk membantu mengatasi masalah yang disampaikan,” harapnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kepala Desa Jarang Ngantor Jadi Ancaman Serius Pembangunan

24 April 2026 - 22:13 WIB

Ekonomi Digital Desa: Koperasi Merah Putih Tembus Pasar Dunia

23 April 2026 - 09:32 WIB

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Optimisme Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Trending di RAGAM