Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

DESA · 14 Feb 2025 07:40 WIB ·

Kalsel Kejar Status 100 Persen Desa Mandiri Maju


					Kalsel Kejar Status 100 Persen Desa Mandiri Maju Perbesar

Banjarmasin, Kalimantan Selatan [DESA MERDEKA] Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tancap gas mengejar status kemandirian desa secara total pada 2026. Hingga awal 2025, tercatat 808 desa telah menyandang status Mandiri dan 844 desa berstatus Maju. Dengan akumulasi mencapai 88 persen, fokus pembangunan kini dialihkan untuk mengangkat sisa desa yang masih berada di kategori Berkembang agar naik kelas.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kalsel, Faried Fakhmansyah, menegaskan strategi tahun depan berfokus pada penguatan swasembada pangan. “Kami berkomitmen memastikan setiap desa berkontribusi pada ketahanan pangan nasional melalui alokasi minimal 20 persen dana desa,” ujar Faried di Banjarmasin.

Kecepatan Dana Desa Jadi Kunci
Selain peningkatan status IDM, Kalsel memberikan perhatian khusus pada efektivitas anggaran. Kecepatan penyaluran dana desa menjadi indikator keberhasilan birokrasi, di mana Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Banjar, dan Barito Kuala (Batola) meraih penghargaan sebagai daerah tercepat dalam proses ini.

Kecepatan anggaran diharapkan berbanding lurus dengan pembangunan fisik di lapangan. DPMD Kalsel terus memantau hambatan teknis agar dana tersebut efektif membiayai pengembangan kawasan perdesaan, terutama untuk sektor ketahanan bencana dan penguatan ekonomi lingkungan.

Desa Sebagai Subjek Mandiri
Langkah strategis ini selaras dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Kalsel, H. Muhidin. Melalui Forum Perangkat Daerah, dirancang peta jalan agar desa tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, tetapi subjek mandiri yang tahan terhadap guncangan ekonomi maupun bencana alam.

“Pendekatan kami adalah peningkatan akumulatif. Desa tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga harus kuat secara lingkungan dan administratif,” pungkas Faried. Pemantauan ketat di lapangan menjadi kunci agar amanah swasembada pangan dari desa dapat terlaksana tanpa kendala berarti.

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 58 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bupati Ingkar Janji, Warga Marubun Lokkung Simalungun Terisolasi

27 Juni 2026 - 22:42 WIB

Drs. Nasril Menang Pilwana Guguak Kuranji Hilir, Diwarnai Protes Warga yang Kehilangan Hak Pilih

27 Juni 2026 - 20:43 WIB

Dari Warga untuk Desa: Warnai Musdes RKP 2027 Tamanharjo

25 Juni 2026 - 20:01 WIB

Rumah Desa Sehat Banjararum: Target Pangkas Gizi Buruk 50 Persen

25 Juni 2026 - 02:50 WIB

Mandiri! Rambung Merah Sahkan Aturan Hak Asal Usul

24 Juni 2026 - 20:01 WIB

Jaga Mutu Program Makan Bergizi Gratis, PABPDSI Dukung Langkah BGN

24 Juni 2026 - 13:26 WIB

Trending di DESA