Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

LINGKUNGAN · 9 Feb 2025 15:25 WIB ·

Hama Babi Hutan Resahkan Petani Pangandaran, Pemerintah Desa Minta Bantuan Perbakin


					<em>Suasana saat Warga melihat kondisi bagong, diblok Hajaresik Desa Karangpawitan, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Senin (11/1/2021). Pemerintah Desa Putrapinggan, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat minta bantuan ke Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) untuk mengusir babi hutan. (Image courtesy: TribunJabar.id)</em> Perbesar

Suasana saat Warga melihat kondisi bagong, diblok Hajaresik Desa Karangpawitan, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Senin (11/1/2021). Pemerintah Desa Putrapinggan, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat minta bantuan ke Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) untuk mengusir babi hutan. (Image courtesy: TribunJabar.id)

Pangandaran [DESA MERDEKA] – Hama babi hutan atau yang lebih dikenal dengan sebutan bagong semakin meresahkan para petani di Desa Putrapinggan, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Akibatnya, Pemerintah Desa Putrapinggan pun meminta bantuan kepada Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) untuk mengatasi masalah ini.

Kepala Desa Putrapinggan, Juhen, mengungkapkan bahwa babi hutan di wilayahnya yang berada di daerah pegunungan dengan kontur geografis naik turun, telah menjadi hama yang sangat merugikan para petani.

“Alhamdulillah sudah ada acc. Tapi, yang jadi catatan saya harus ada surat yang diperlukan. Seperti, koordinasi dengan pihak Koramil dan Polsek,” ujar Juhen saat dihubungi melalui pesan singkat.

Menanggapi pertanyaan mengenai adanya upaya warga untuk menjebak dan menangkap babi hutan, Juhen mengaku hingga kini belum ada warga yang berani melakukannya.

“Karena warga takut, kalau bagongnya enggak ketangkep terus nantinya dendam ke orang-orang,” katanya.

Foto dokumentasi Seekor babi hutan berukuran jumbo yang kerap meresahkan warga Dusun Sukamukti, Desa Sukawening, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Warga Kalipucang Pangandaran minta bantuan Perbakin untuk tangkap babi hutan (Image courtesy: Tribunpriangan.com)

Meskipun demikian, Juhen mengatakan bahwa biasanya ada kelompok warga dari luar desa yang datang untuk menangkap babi hutan dengan membawa beberapa ekor anjing dan ranjau kawat berduri.

“Itu biasanya ada. Tapi kalau enggak ketangkep, babinya malah semakin ganas. Jadi kan bingung juga,” ucap Juhen.

Juhen juga menceritakan bahwa dahulu, pada tahun 1968, upaya untuk memberantas babi hutan yang sering menjadi hama dan merusak ladang warga, dilakukan melalui adu bagong dan anjing oleh masyarakat Pasundan di lahan atau hutan. Namun, seiring dengan perubahan zaman, tradisi ini berubah menjadi ajang judi atau kompetisi yang kemudian diprotes oleh sejumlah aktivisAnimal Welfare, sehingga kini jarang dilakukan.

Oleh karena itu, solusi terakhir yang diambil oleh Pemerintah Desa Putrapinggan adalah dengan meminta bantuan kepada Perbakin untuk menangkap atau menembak babi hutan yang sudah meresahkan para petani.

“Sekarang kan, di Pangandaran ada Perbakin. Jadi, kita minta tolong lah agar bisa menangkap hama itu,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 74 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ancaman Agraria dan Bencana Ekologis Desa di Banjarnegara

26 Mei 2026 - 13:07 WIB

Bantuan Mobil Sampah Pangkas Transit Limbah Tarempa Barat

22 Mei 2026 - 16:34 WIB

Menguji ‘Nawaitu’ Warga Gununggempol Jadi Kiblat Sampah Nasional

18 Mei 2026 - 15:43 WIB

Benteng Akar Bambu: Cara Warga Naiola Menjinakkan Erosi Sungai

18 Mei 2026 - 14:59 WIB

Menagih Janji Bupati Saat Desa Sukses Mandiri Sampah

8 Mei 2026 - 04:40 WIB

Jumat Bersih Bantarjaya: Melawan Ego Pembuang Sampah “Sambil Lewat”

17 April 2026 - 10:29 WIB

Trending di LINGKUNGAN