Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

DESA · 24 Jan 2025 16:08 WIB ·

Polemik Dana Desa Pasir Panjang, Transparansi Jadi Kunci


					Polemik Dana Desa Pasir Panjang, Transparansi Jadi Kunci Perbesar

Lingga, Kepulauan Riau [DESA MERDEKA] – Desa Pasir Panjang di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, kini tengah menjadi sorotan. Terletak di wilayah kepulauan yang secara geografis mengandalkan akses perairan, ketenangan desa ini terusik oleh riuhnya polemik penggunaan Dana Desa. Warga dilaporkan mulai menyuarakan kegelisahan mereka kepada media dan lembaga swadaya masyarakat, menuntut kejelasan atas pengelolaan keuangan yang selama ini dinilai kurang transparan.

Ketua DPD Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kepulauan Riau, Fauzan, menilai situasi ini harus segera didinginkan. Baginya, pembiaran hanya akan merusak kondusivitas desa yang merupakan aset utama pembangunan. Fauzan menghimbau Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Pasir Panjang untuk segera mengambil langkah mediasi dengan memanggil Kepala Desa beserta perwakilan warga. “Jika perlu, hadirkan Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum agar semuanya terang benderang,” tegas Fauzan.

Di sisi lain, Kepala Desa Pasir Panjang, Firman, memiliki perspektif berbeda. Ia mengeklaim telah berupaya melakukan pemaparan Rencana Anggaran Belanja (RAB), namun menemui jalan buntu. “Kami sudah berencana membuka data belanja, namun warga menolak karena alasan waktu. Saya khawatir data tersebut disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Firman.

Bagi warga maupun pemerintah desa, transparansi Dana Desa adalah ruh dari kepercayaan publik. Tanpa komunikasi yang baik, anggaran yang digelontorkan negara berisiko sia-sia. Peran AKPERSI di sini pun krusial, tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga penjaga etika jurnalistik agar isu ini tidak menjadi komoditas liar bagi pihak yang ingin mencari keuntungan di tengah polemik.

Kabupaten Lingga, yang secara administratif terdiri dari pulau-pulau besar dan kecil, memerlukan stabilitas desa untuk menjamin distribusi pembangunan yang merata. Polemik ini adalah pengingat bagi setiap kepala desa di Kepulauan Riau bahwa keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan investasi sosial agar roda pembangunan desa tidak macet di tengah jalan. Masyarakat kini menunggu langkah konkret BPD untuk duduk bersama, mengakhiri kebuntuan, dan kembali fokus pada pembangunan desa yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan bagi semua warga.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 112 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Rumah Desa Sehat Banjararum: Target Pangkas Gizi Buruk 50 Persen

25 Juni 2026 - 02:50 WIB

Nagori Rambung Merah Sepakati Kewenangan Berdasarkan Hak Asal Usul dan Lokal Berskala Nagori

24 Juni 2026 - 20:01 WIB

Jaga Mutu Program Makan Bergizi Gratis, PABPDSI Dukung Langkah BGN

24 Juni 2026 - 13:26 WIB

Desa Tamanharjo: Ketika Jabatan Tak bisa Dibeli dengan Uang

20 Juni 2026 - 00:27 WIB

Bantuan Ayam Petelur Perkuat Ketahanan Pangan Desa Jombang

18 Juni 2026 - 23:26 WIB

Anggaran Desa Kudus Tercekik, Kades Tagih Solusi Bupati

18 Juni 2026 - 02:56 WIB

Trending di DESA