Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

IPTEK · 24 Jul 2023 15:17 WIB ·

12 Ribu Desa Menunggu Solusi Koneksi Internet Ala Menkominfo Baru


					(Image courtesy: ANTARA) Perbesar

(Image courtesy: ANTARA)

Jakarta [DESA MERDEKA] Kepemimpinan baru di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di bawah Budi Arie sebagai Menteri dan Nezar Patria sebagai Wakil Menteri, dihadapkan pada tantangan besar. Berdasarkan data dari Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia, masih ada sekitar 12 ribu desa di Tanah Air yang belum tersentuh akses internet. Kondisi ini secara langsung menghambat perkembangan bisnis digital, khususnya bagi para pelaku UMKM yang berada di pedesaan.

Sekretaris Jenderal Asosiasi UMKM Indonesia, Edy Misero, menegaskan bahwa tanpa ketersediaan infrastruktur digital yang merata, mustahil bagi pelaku UMKM di desa untuk bisa bersaing di era digital. “Bagaimana UMKM tersebut bisa mengembangkan bisnis digital kalau belum terjangkau,” ujar Edy, dilansir dari Kontan pada Senin (17/7).

Menurut Edy, fokus utama kepemimpinan baru di Kominfo haruslah pada perbaikan dan perluasan akses internet. Ia menekankan pentingnya menyediakan fasilitas teknologi digital yang memadai agar pelaku UMKM yang masih minim literasi digital bisa belajar dan bertransformasi. “Jadi, kalau mau konsen, konsenlah untuk memperbaiki, mengadakan, memfasilitasi seluruh hal-hal yang berkaitan dengan teknologi digital sehingga pelaku UMKM yang belum melek digital bisa belajar,” tegasnya.

Tantangan ini juga diamini oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel). Ketua Umum Apjatel, Jerry Mangasas Swandy, berharap Menkominfo baru dapat mendukung percepatan konektivitas digital secara nasional. Menurutnya, saat ini cakupan infrastruktur digital nasional masih sangat terbatas, yakni hanya sekitar 30% dari total 514 kabupaten/kota. Jerry juga menambahkan bahwa sistem Online Single Submission (OSS) yang seharusnya memudahkan perizinan, belum terintegrasi sepenuhnya dengan sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di daerah.

Selain itu, Apjatel juga meminta agar Menkominfo baru dapat mengintegrasikan kebijakan sektor TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dari pusat hingga ke seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, untuk memastikan pembangunan infrastruktur berjalan harmonis dan efisien.

Pergantian kepemimpinan di Kominfo ini merupakan bagian dari reshuffle kabinet yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada Senin, 17 Juli lalu, dan tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 62p Tahun 2023. Penunjukan Budi Arie sebagai Menteri Kominfo dan Nezar Patria sebagai Wakil Menteri diharapkan dapat menjawab berbagai persoalan infrastruktur digital yang selama ini menjadi kendala utama bagi kemajuan ekonomi digital di Indonesia.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 31 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sawah Krandegan Panen 3 Kali Lewat Pompa Surya

22 Mei 2026 - 14:16 WIB

Membongkar Birokrasi Lambat, Desa Sukaindah Bekasi Bersiap Digital

18 Mei 2026 - 22:21 WIB

Hilirisasi Daun Iboih Ubah Wajah Ekonomi Aneuk Batee

2 Mei 2026 - 06:18 WIB

Modal Dengkul Hasil Sawah: Rahasia Sukses Kandang Komunal Kadirejo

13 April 2026 - 17:47 WIB

Sitinjau Lauik Merdeka Sinyal: Mudik 2026 Makin Aman

20 Maret 2026 - 21:32 WIB

Algoritma Baru Google: Angin Segar Buat Berita Desa

19 Maret 2026 - 11:26 WIB

Trending di IPTEK