Pemprov Riau Salurkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk Percepatan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem dan Penurunan Stunting di Siak
Siak, Riau [DESA MERDEKA] – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyalurkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada sebanyak 102 desa di Kabupaten Siak. Dana bantuan ini diprioritaskan sebagai upaya strategis untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem dan penurunan angka stunting di wilayah tersebut. Penyerahan BKK ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Riau untuk mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di seluruh desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Riau, Djoko Edy Imhar, menyatakan bahwa penyaluran dana ini bertujuan memberikan manfaat optimal dalam mendukung pembangunan ekonomi dan sosial desa. Penyaluran simbolis ini dilaksanakan di Embung Terpadu Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, pada Kamis, 12 Oktober 2023.
“Hari ini, 102 desa di Siak telah menerima bantuan keuangan khusus. Masih ada desa lain yang sedang dalam proses verifikasi dan pencairan. Target kita, BKK ini akan dibagikan ke seluruh desa di Provinsi Riau,” terang Edy Imhar.
BKK Jadi Senjata Lawan Stunting dan Tingkatkan Kewirausahaan
Edy Imhar menjelaskan bahwa dana BKK ini memiliki fungsi multidimensi. Selain fokus utama pada pengentasan kemiskinan ekstrem dan penurunan angka stunting, dana tersebut juga dapat dipergunakan untuk meningkatkan kapasitas kewirausahaan kepemudaan di desa.
“Kami berharap setiap desa dapat menunjukkan peningkatan nyata melalui bantuan ini. Dana ini bisa dimaksimalkan untuk menuntaskan kemiskinan ekstrem, menurunkan angka stunting, dan memacu peningkatan kapasitas kewirausahaan di desa,” jelasnya.
Menanggapi langkah strategis ini, Wakil Bupati Siak, Husni Merza, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur Syamsuar atas sinergi dan penyaluran bantuan tersebut. Ia menegaskan, kehadiran BKK ini membawa angin segar dan berkah bagi masyarakat Siak.
“Kami atas nama pemerintah Kabupaten Siak dan seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur Syamsuar. Kami yakin, desa-desa yang menggunakan dana BKK ini secara maksimal akan mampu mengatasi kemiskinan ekstrem dan juga berhasil menurunkan angka stunting,” ujar Husni Merza.
Wakil Bupati Siak itu juga menekankan pentingnya penggunaan dana secara efektif. Ia berharap agar pemanfaatan BKK dapat dimaksimalkan agar target pemerintah pusat dan provinsi, yaitu kemiskinan ekstrem tuntas pada akhir 2024, dapat tercapai. Sinergi ini menunjukkan komitmen kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam mencapai target pembangunan nasional yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.