Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 24 Feb 2025 14:40 WIB ·

Wayang hingga Mancing: Cara Tanggalrejo Jaga Tradisi dan Pangan


					Wayang hingga Mancing: Cara Tanggalrejo Jaga Tradisi dan Pangan Perbesar

Jombang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Desa Tanggalrejo di Kecamatan Mojoagung, Jombang, membuktikan bahwa menjaga tradisi leluhur bisa berjalan beriringan dengan misi kesejahteraan modern. Melalui rangkaian “Ruwah Desa” yang digelar menjelang Ramadan 2025, desa ini tidak hanya memanjatkan doa, tetapi juga memperkuat solidaritas warga melalui pagelaran budaya dan kegiatan sosial yang unik.

Puncak kemeriahan terjadi pada Jumat (21/2) malam dengan pementasan wayang kulit oleh dalang lokal, Ki Senoaji. Acara ini menjadi spesial karena dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, yang merupakan putra daerah asli desa tersebut.

“Tradisi ruwah desa rutin kami adakan setiap menjelang Ramadan. Kami mengajak warga bersyukur dan berdoa bersama kepada Allah SWT,” ujar Kepala Desa Tanggalrejo, Dimas Wahyu Ramadhana, Minggu (23/2).

Enam Dusun Satu Napas Tradisi
Rangkaian acara ini sebenarnya telah dimulai sejak 14 Februari melalui peringatan di enam wilayah dusun, yaitu Kalibening, Tanggalrejo, Sonokerep, Semen, Mojoranu, dan Bendorangkang. Konsistensi dalam melibatkan seluruh dusun menunjukkan betapa kuatnya akar budaya yang dijaga oleh Pemerintah Desa Tanggalrejo.

Selain nuansa sakral wayang kulit, keceriaan warga pecah dalam kegiatan mancing bersama pada Minggu (23/2) pagi. Menariknya, acara mancing ini tidak hanya diikuti warga setempat, tetapi juga memikat antusiasme pengunjung dari luar desa. Dimas berharap, melalui kail dan joran, kerukunan serta silaturahmi antarwarga dapat terjalin lebih erat tanpa sekat.

Budaya Sebagai Fondasi Swasembada Pangan
Sudut pandang menarik muncul dalam sambutan Wakil Bupati Salmanudin Yazid. Ia menekankan bahwa pelestarian tradisi seperti Ruwah Desa adalah wujud peningkatan iman yang berujung pada semangat membangun daerah. Di tengah acara budaya tersebut, Salmanudin menyelipkan komitmen politik yang menyentuh akar rumput: dukungan terhadap swasembada pangan.

Bersama Bupati Warsubi, ia menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas harga gabah di Jombang. “Kami berkomitmen mendukung sektor pertanian agar harga jual gabah stabil di angka Rp6.500 per kilogram, sesuai instruksi Bapak Presiden,” tegasnya.

Pesan ini menjadi penutup yang kuat, menegaskan bahwa Ruwah Desa di Tanggalrejo bukan sekadar pesta rakyat, melainkan momentum konsolidasi antara pemerintah dan petani untuk memastikan perut kenyang dan hati tenang melalui budaya yang lestari.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Duka Pantai Selatan: Lelah Pamong Desa Menjaga Asa

5 September 2026 - 20:29 WIB

Lautan Cahaya Lilin Sambut Bunda Maria di Malaka

2 September 2026 - 22:47 WIB

Bukan Sekadar Sertifikat: Denyut Budaya Sumbar Ada di Tangan Masyarakat

29 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Jangan Tangkap Ikan Kecil, Bongkar Bandar Togel Papua!

29 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Saat Legenda Prambanan Pindah ke Jalanan Subah Batang

22 Agustus 2026 - 20:36 WIB

Gotong Royong Warga Malaka Kirim Bantuan Gempa Flores

17 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Trending di SOSBUD