Morowali, Sulawesi Tengah [DESA MERDEKA] – Pemerintah Kabupaten Morowali mempertegas komitmennya dalam menjaga toleransi dan keberagaman melalui dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat. Hal ini terlihat saat Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, membuka secara resmi Upacara Pitra Yadnya atau Ngaben Massal yang digelar di Pasraman Saraswati, Desa Bumi Harapan, Kecamatan Witaponda, Jumat (2/1/2026).
Dalam sambutannya, Iriane menegaskan bahwa pemerintah daerah senantiasa mendukung pelestarian adat istiadat dan kegiatan keagamaan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar untuk menjaga keharmonisan serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat Morowali yang majemuk.
“Pemerintah Kabupaten Morowali berkomitmen mendukung kegiatan keagamaan dan adat sebagai upaya menjaga keharmonisan dan memperkuat persatuan,” ujar Iriane Iliyas di hadapan umat Hindu yang hadir.
Ngaben Massal sebagai Simbol Solidaritas
Upacara yang berlangsung khidmat ini menjadi bukti nyata terjaganya kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Morowali. Iriane menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh panitia dan umat Hindu atas terselenggaranya acara yang mengedepankan nilai gotong royong dan kebersamaan tersebut.
Menurutnya, Pitra Yadnya adalah wujud bakti luhur kepada leluhur sekaligus proses pengembalian unsur Panca Maha Bhuta ke alam semesta sesuai ajaran Hindu. Lebih dari sekadar ritual, pelaksanaan secara massal ini mencerminkan solidaritas sosial yang tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.
Iriane juga berharap prosesi suci ini membawa kedamaian dan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan. Ia mendoakan agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan arwah para leluhur mendapatkan tempat terbaik sesuai dengan tuntunan ajaran agama.
Dukungan Penuh dari Berbagai Pihak
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dan tokoh masyarakat, di antaranya Ketua TP-PKK Kabupaten Morowali, Ny. Darmayanti Iksan, Kepala Bagian Kesra, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hadir pula para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran Forkopimcam Witaponda, serta tokoh adat dan agama setempat.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai toleransi di Morowali tidak hanya menjadi slogan, tetapi diimplementasikan dalam bentuk kehadiran nyata pemerintah di setiap lapisan kegiatan masyarakat. Melalui upacara ini, Desa Bumi Harapan kembali menunjukkan jati dirinya sebagai wilayah yang rukun, tertib, dan menghargai kesakralan tradisi.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.