Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 13 Mar 2026 04:20 WIB ·

Wagub Sumbar Hapus Stigma Desa Perbatasan


					Wagub Sumbar Hapus Stigma Desa Perbatasan Perbesar

Padang Tarok, Sijunjung, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Tiga jam menembus jalan bergelombang dari Simpang Kamang, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy tiba di perbatasan Sumbar–Riau dengan satu misi: menghapus rasa “dianaktirikan” dari jiwa masyarakat desa. Menilai keseriusan pembangunan sebuah provinsi tidak cukup dengan melihat kemegahan pusat kotanya, melainkan dengan merasakan langsung guncangan jalan di wilayah perbatasannya. Pengalaman inilah yang dialami Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, saat membelah jalan bergelombang menuju Nagari Padang Tarok, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Rabu (11/3/2026).

Kunjungan dalam rangka Safari Ramadan di Masjid Al-Mujahadah, Jorong Muaro Buan ini, seketika berubah menjadi ajang pembuktian bahwa wilayah perbatasan Sumbar–Riau masih membutuhkan perhatian serius. Di hadapan warga, Vasko menegaskan komitmennya bersama Gubernur untuk meratakan pembangunan tanpa membeda-bedakan wilayah, terutama dalam membenahi infrastruktur jalan utama desa yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat.

Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, tidak menampik fakta tersebut. Secara geografis, Nagari Padang Tarok memang berada di pelosok yang jauh dari pusat kabupaten. Pihak pemkab mengaku telah mengusulkan perbaikan jalur masuk dari Simpang Kamang ini ke Kementerian PUPR, dan kini tengah menanti kepastian kucuran anggaran pusat. Perbaikan ini mendesak, mengingat Kamang Baru merupakan pusat pertumbuhan ekonomi desa yang strategis dengan keberadaan sejumlah pabrik kelapa sawit.

Menariknya, Sijunjung tidak ingin terus meratapi nasib infrastrukturnya. Guna memecah kebuntuan dan memikat para investor, pemerintah daerah tengah menyiapkan lompatan besar: pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas sekitar 50 megawatt. Pasokan energi hijau ini diharapkan mampu menyokong kebutuhan industri sawit lokal sekaligus memperkuat kemandirian energi di tingkat pedesaan.

Membangun wilayah pinggiran jelas tidak bisa mengandalkan satu pihak. Sinergi anggaran antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten menjadi kunci agar potensi ekonomi di perbatasan tidak layu sebelum berkembang.

Dalam kunjungan tersebut, Pemprov Sumbar juga menyerahkan bantuan senilai Rp50 juta untuk pembangunan masjid beserta 40 mushaf Al-Qur’an. Dukungan modal sosial juga mengalir melalui bantuan Rp10 juta dari Bank Nagari, serta tambahan Rp3 juta dari kolaborasi Baznas dan Bapenda Sumbar.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

HUT ke-81 TNI: Perkuat Sistem Pertahanan Berbasis Nagari

5 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Menakar Resiko Ketergantungan Fiskal Sumbar pada Pajak Kendaraan

4 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Menambal Defisit Anggaran Sumbar Lewat Pajak Kendaraan Bermotor

4 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Memikul Porprov XVI Sumbar: Suara Gotong Royong Warga di 12 Daerah

3 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Kawal Transisi Desa, Camat Pebayuran Kumpulkan Pj Kades

29 September 2026 - 11:51 WIB

Pendekatan Humanis Warga Percepat Proyek Fly Over Sitinjau

19 September 2026 - 11:12 WIB

Trending di KABAR PEMDA