Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMERINTAHAN · 24 Nov 2025 12:06 WIB ·

Vokasi GERCEP Lampung Lahirkan 4 Inovasi Desa Pertama di RI


					Vokasi GERCEP Lampung Lahirkan 4 Inovasi Desa Pertama di RI Perbesar

Gubernur Mirza Kunjungi Mesuji: Program Vokasi GERCEP Hasilkan Inovasi Solusi Lokal Berbasis Design Thinking

Mesuji, Lampung [DESA MERDEKA] Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, didampingi Sekdaprov Marindo Kurniawan dan Kepala Disnaker Agus Nompitu, meninjau langsung realisasi program pelatihan ketenagakerjaan (naker) baru melalui Vokasi GERCEP di Desa Sidang Kurnia Agung, Kecamatan Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji, pada Sabtu siang (22/11/2025). Kunjungan ini bertujuan melihat hasil konkret dari inovasi yang diklaim sebagai kegiatan pertama di Indonesia: Pelatihan Ketenagakerjaan Baru Lewat Vokasi GERCEP berbasis Design Thinking.

Program bernama Desaku Maju–GERCEP ini merupakan terobosan baru dari Pemerintah Provinsi Lampung. Program ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga mengintegrasikannya dengan metode design thinking untuk mendorong peserta mengidentifikasi masalah lokal dan merancang solusi nyata. Hasilnya, peserta pelatihan di Mesuji berhasil menciptakan empat prototipe inovasi yang lahir dari persoalan dan potensi riil di desa.

Empat Inovasi Solusi Lokal dari Peserta Vokasi
Pelatihan di Desa Sidang Kurnia Agung ini berfokus pada bidang pengelasan dasar peralatan pertanian. Setelah dua hari mengikuti kelas design thinking dan kewirausahaan, peserta mampu menghasilkan karya inovasi yang aplikatif dan bernilai ekonomi, antara lain:

Pengemasan Beras Inovatif: Prototipe ini dirancang untuk mengatasi tingginya produktivitas padi yang belum diikuti stabilitas harga. Peserta mengusulkan hilirisasi gabah menjadi beras premium dengan kemasan menarik, yang bertujuan meningkatkan nilai jual, menjamin kualitas, dan memperkuat pemasaran hasil panen lokal.

Peremajaan Gedung GSG: Inovasi ini berangkat dari potensi gedung serbaguna desa dan lahan pemerintah yang kurang terawat. Peserta mengusulkan rancangan tata ulang ruang yang dilakukan secara gotong royong warga untuk menjadikan gedung tersebut sebagai pusat ekonomi masyarakat.

Pembentukan Koperasi Desa: Prototipe ini didorong oleh kebutuhan untuk memperpendek rantai distribusi hasil panen seperti gabah dan jagung. Melalui koperasi desa, hasil panen dapat dijual langsung atau diolah menjadi produk bernilai tambah, sehingga keuntungan kembali ke petani dan desa.

Inovasi Modifikasi Mesin Panen: Inovasi ini menawarkan solusi utama untuk peningkatan efisiensi lahan melalui modifikasi roda mesin agar tidak merusak struktur sawah. Selain itu, ada penambahan sistem pendingin untuk meningkatkan kenyamanan operator sehingga proses panen menjadi lebih efektif.

Jangkauan Desa dan Kolaborasi Terbuka
Gubernur Mirza menyatakan, Desaku Maju–GERCEP dirancang sebagai pelatihan kerja gratis yang dihadirkan langsung di desa. Pendekatan ini memastikan program menjangkau masyarakat usia produktif, terutama masyarakat Desil 1, Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dan mereka yang membutuhkan akses keterampilan tanpa harus pindah ke kota. Disnaker Lampung berperan penting dalam memastikan pelatihan berjalan standar melalui kurikulum yang relevan dan instruktur bersertifikasi.

Kepala Disnaker Lampung, Agus Nompitu, menjelaskan bahwa melalui design thinking, peserta dilatih berpikir kreatif, analitis, dan inovatif untuk melihat potensi desa secara sistematis. Setelah pelatihan, peserta memperoleh sertifikat kompetensi berbasis nasional dan didorong untuk memicu semangat kewirausahaan baru di desa, sekaligus diarahkan ke jalur penyaluran kerja, baik ke industri maupun program site POC dan bed dryer.

Program ini menerapkan prinsip open innovation dengan membuka kolaborasi lintas pemangku kepentingan, seperti pelaku usaha desa, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Koperasi Merah Putih, hingga BUMDes. Kolaborasi terbuka ini memungkinkan setiap prototipe tidak hanya berhenti sebagai output pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi peluang usaha baru yang didukung penuh oleh ekosistem desa. Inovasi yang dihasilkan peserta memiliki potensi untuk diadopsi dan diperluas guna menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menteri LH Ditantang Tuntaskan Proyek PSEL Padang Raya

27 Mei 2026 - 08:15 WIB

Menbud Fadli Zon Dorong Pembangunan Museum Desa Masif

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

Program TEKAD Sulap Potensi 1.110 Desa Demi Makan Gratis

19 Mei 2026 - 10:19 WIB

Target 59 Negara: Saatnya Produk Desa Sulsel Mendunia

15 Mei 2026 - 07:17 WIB

Desa Go Global: Menembus Pasar Dunia Lewat Literasi Karantina

13 Mei 2026 - 06:00 WIB

Ekspor Bumbu Jadi: Cara Desa Berhenti Jual Barang Mentah

12 Mei 2026 - 19:21 WIB

Trending di PEMERINTAHAN