Bantaeng, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] – Panggung demokrasi di Desa Pattallassang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, memasuki babak krusial. Pada Rabu (20/09/2023), tiga kandidat resmi mencabut nomor urut sekaligus memaparkan visi-misi besar mereka di hadapan lima panelis ahli. Hasil pencabutan nomor urut menetapkan Andi Rahmawati, SE pada posisi nomor 1, Syahrir nomor 2, dan Hairul nomor 3.
Namun, acara ini bukan sekadar formalitas angka. Ketua BPD Pattallassang, Tuming Leardi, menegaskan bahwa apa yang diucapkan para calon hari ini adalah dokumen hukum masa depan. “Visi dan misi ini akan menjadi rujukan utama dalam menyusun RPJMDes (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa) untuk enam tahun ke depan, serta menjadi dasar penyusunan RKPDes setiap tahunnya,” ujar Tuming saat membuka acara.

Adu Strategi: Dari Wisata hingga BUMDes
Ketiga calon menawarkan solusi berbeda untuk membangun Pattallassang: Andi Rahmawati, SE (Nomor 1): Sebagai petahana (istri kepala desa saat ini), ia memilih jalur keberlanjutan. Fokus utamanya adalah akselerasi promosi pariwisata, peningkatan insentif bagi imam masjid dan guru TPA, serta pemberdayaan kapasitas masyarakat.
Syahrir (Nomor 2): Menawarkan pendekatan partisipatif. Ia berjanji akan melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam perencanaan desa agar kebutuhan semua unsur terpenuhi melalui optimalisasi potensi alam. Hairul (Nomor 3): Membidik kemandirian finansial desa. Ia menekankan penguatan ekonomi melalui optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai mesin penggerak kesejahteraan warga.
Para calon diuji ketajamannya oleh panelis dari berbagai instansi, mulai dari DPMD, Satpol PP, Dinas Kominfo, hingga pihak kecamatan. Menariknya, pemilihan kali ini akan menggunakan sistem e-voting, menjadikan nomor urut sebagai identitas digital penting bagi para pemilih di bilik suara nanti.

Komitmen Damai di Garis Akhir
Menutup debat visi-misi, pihak DPMD memberikan pertanyaan pamungkas mengenai sportivitas. Ketiga calon dengan tegas menyatakan kesiapan mereka untuk menerima hasil akhir, baik menang maupun kalah. “Kami sepakat menerima hasil sebagai takdir, menghormati yang menang, dan merangkul yang kalah,” tegas para calon serentak di hadapan simpatisan mereka. Hal ini menjadi angin segar bagi terciptanya iklim demokrasi yang sehat di tingkat akar rumput Kabupaten Bantaeng.

Hasan Habibu Lahir di Bantaeng Sulawesi Selatan 1 Januari 1975.
Pendidikan S1 STAI Al-furqan Makasar / Jurusan Pendidikan Agama Islam. lulus tahun 2016
Selain sebagai Pendamping Lokal Desa beberapa Organisasipun terlibat di dalamnya, DA’I KAMTIBMAS POLRES BANTAENG bidang KOMUNIKASI ANTAR LEMBAGA, FORUM DA’I POLSEK TOMPOBULU SBG PENASEHAT, IKATAN PELAJAR MUHAMNADIYAH SBG ANGGOTA.
Beberapa penghargaan di raih seperti juara terbaik dua Tingkat Kabupaten Bantaeng Sebagai Tim Pengelolah Kegiatan / TPK 2011. Penghargaan Kapolres sebagai Relawan Covid-19 tahun 2020.
Penghargaan MPR RI dalam sosialisasi Pancasila dan UUD 45 Negara kesatuan RI dan bhinneka tunggal Ika tahun 2011. Dll


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.