Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

POLITIK · 22 Jan 2026 16:53 WIB ·

Partai Buruh Kaltara Usung dr. Syarifah Soraya ke Pilpres 2029


					Partai Buruh Kaltara Usung dr. Syarifah Soraya ke Pilpres 2029 Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Kalimantan Utara mendobrak peta politik nasional dengan sebuah usulan berani. Dalam Kongres V Partai Buruh yang digelar di Hotel Golden Boutique, Jakarta, Rabu (21/1/2026), Exco Partai Buruh Kaltara secara resmi mendorong Ketua Umum Suara Marsinah, dr. Syarifah Soraya, sebagai calon presiden atau wakil presiden Republik Indonesia untuk Pemilu 2029.

Langkah ini dipandang sebagai upaya Partai Buruh untuk tidak lagi sekadar menjadi penonton di pinggir lapangan, melainkan menjadi “rahim” bagi lahirnya pemimpin perempuan Indonesia berikutnya.

Representasi Gen Z dan Aktivis Perempuan
Ketua Exco Partai Buruh Kaltara, Joko Supriyadi, menegaskan bahwa dr. Syarifah Soraya bukan sekadar figur simbolis. Ia dinilai sebagai paket lengkap: seorang aktivis buruh yang konsisten, representasi perempuan muda, sekaligus suara bagi generasi Z.

“Setelah Ibu Megawati Soekarnoputri, Indonesia butuh pemimpin perempuan baru. Kami meyakini sosok itu ada pada dr. Syarifah Soraya. Beliau adalah representasi kelas pekerja dan generasi muda yang layak kita dorong ke panggung nasional,” ujar Joko Supriyadi.

Lebih dari “Wong Cilik”: Politik Kelas Pekerja
Dalam forum tersebut, Joko juga melontarkan kritik halus terhadap istilah “wong cilik” yang sering digunakan partai lain. Partai Buruh memilih identitas yang lebih tegas dan ideologis, yakni Kelas Pekerja.

“Kami tidak hanya bicara rakyat kecil secara abstrak. Kami bicara kelas pekerja: buruh, petani, nelayan, hingga kelompok marginal. Petani, misalnya, bagi kami adalah semi-pekerja. Inilah distingsi yang membedakan Partai Buruh dengan partai politik lainnya di Indonesia,” jelas Joko.

Target Ambisius: 12 Kursi di Kalimantan Utara
Optimisme Partai Buruh Kaltara bukan tanpa alasan. Joko memaparkan rekam jejak kemenangan mereka di Pilkada sebelumnya, di mana kandidat yang mereka usung di lima kabupaten/kota serta tingkat gubernur hampir semuanya meraih kemenangan, kecuali di Kabupaten Bulungan.

Untuk 2029, Partai Buruh Kaltara mematok target konkret:

  • Target Legislatif: 2 kursi di setiap kabupaten/kota.
  • Target Provinsi: 2 kursi di tingkat provinsi.
  • Total Sasaran: 12 kursi di seluruh wilayah Kalimantan Utara.

Kongres V ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi total untuk menutup kekurangan masa lalu. Dengan mengombinasikan isu hak buruh dan strategi politik yang matang, Partai Buruh Kaltara yakin dapat mengubah wajah politik Kaltara dan nasional pada kontestasi mendatang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 129 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Membangun Sumatra Barat dari Kekuatan Identitas Budaya Nagari

19 Juli 2026 - 21:50 WIB

Jen Natalia Fokus Pemberdayaan Masyarakat Malaka

23 Mei 2026 - 08:57 WIB

Solid Bergerak! Musancab PDI-P Padang Pariaman Bakar Semangat Ratusan Kader

1 Mei 2026 - 09:33 WIB

Musda KNPI Papua Barat Daya: Akhiri Era Pemuda Seremonial

27 April 2026 - 02:36 WIB

Pasar Tradisional Sekarat: Jeritan Anak Pedagang Menggugat Khofifah

21 April 2026 - 06:59 WIB

Foto: Hasil Rekayasa Ai, Baret Meluapkan Kemarahan

Lawan Godzilla El-Nino, Sektor Pertanian dan Perikanan Jadi Fokus Utama

13 April 2026 - 18:33 WIB

Trending di POLITIK