Jakarta [DESA MERDEKA] – Kalimantan Utara mendobrak peta politik nasional dengan sebuah usulan berani. Dalam Kongres V Partai Buruh yang digelar di Hotel Golden Boutique, Jakarta, Rabu (21/1/2026), Exco Partai Buruh Kaltara secara resmi mendorong Ketua Umum Suara Marsinah, dr. Syarifah Soraya, sebagai calon presiden atau wakil presiden Republik Indonesia untuk Pemilu 2029.
Langkah ini dipandang sebagai upaya Partai Buruh untuk tidak lagi sekadar menjadi penonton di pinggir lapangan, melainkan menjadi “rahim” bagi lahirnya pemimpin perempuan Indonesia berikutnya.
Representasi Gen Z dan Aktivis Perempuan
Ketua Exco Partai Buruh Kaltara, Joko Supriyadi, menegaskan bahwa dr. Syarifah Soraya bukan sekadar figur simbolis. Ia dinilai sebagai paket lengkap: seorang aktivis buruh yang konsisten, representasi perempuan muda, sekaligus suara bagi generasi Z.
“Setelah Ibu Megawati Soekarnoputri, Indonesia butuh pemimpin perempuan baru. Kami meyakini sosok itu ada pada dr. Syarifah Soraya. Beliau adalah representasi kelas pekerja dan generasi muda yang layak kita dorong ke panggung nasional,” ujar Joko Supriyadi.

Lebih dari “Wong Cilik”: Politik Kelas Pekerja
Dalam forum tersebut, Joko juga melontarkan kritik halus terhadap istilah “wong cilik” yang sering digunakan partai lain. Partai Buruh memilih identitas yang lebih tegas dan ideologis, yakni Kelas Pekerja.
“Kami tidak hanya bicara rakyat kecil secara abstrak. Kami bicara kelas pekerja: buruh, petani, nelayan, hingga kelompok marginal. Petani, misalnya, bagi kami adalah semi-pekerja. Inilah distingsi yang membedakan Partai Buruh dengan partai politik lainnya di Indonesia,” jelas Joko.
Target Ambisius: 12 Kursi di Kalimantan Utara
Optimisme Partai Buruh Kaltara bukan tanpa alasan. Joko memaparkan rekam jejak kemenangan mereka di Pilkada sebelumnya, di mana kandidat yang mereka usung di lima kabupaten/kota serta tingkat gubernur hampir semuanya meraih kemenangan, kecuali di Kabupaten Bulungan.
Untuk 2029, Partai Buruh Kaltara mematok target konkret:
- Target Legislatif: 2 kursi di setiap kabupaten/kota.
- Target Provinsi: 2 kursi di tingkat provinsi.
- Total Sasaran: 12 kursi di seluruh wilayah Kalimantan Utara.
Kongres V ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi total untuk menutup kekurangan masa lalu. Dengan mengombinasikan isu hak buruh dan strategi politik yang matang, Partai Buruh Kaltara yakin dapat mengubah wajah politik Kaltara dan nasional pada kontestasi mendatang.

Aktivis Buruh DesaMerdeka Kalimantan Utara

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.