Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

JALAN JAJAN · 10 Agu 2023 06:37 WIB ·

Ubah Bau Jadi Cuan: Sampah Randupitu Menuju Destinasi Wisata


					Ubah Bau Jadi Cuan: Sampah Randupitu Menuju Destinasi Wisata Perbesar

Pasuruan, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Siapa sangka tumpukan sampah yang identik dengan bau busuk dan kotor justru ditantang menjadi destinasi wisata masa depan? Ide “out of the box” ini dilempar oleh Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, saat menghadiri Musrenbangdes di Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Rabu (9/8/2023).

Politisi PKB ini menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak boleh lagi hanya sekadar urusan membuang dan membakar. Ia menantang Pemerintah Desa (Pemdes) Randupitu untuk menyulap sistem pengelolaan limbah mereka menjadi wisata edukasi ramah lingkungan yang menarik kunjungan orang luar.

“Secara logika, sampah itu bau. Bagaimana bisa jadi tempat wisata? Inilah tantangan kreatif yang harus dijawab Pemdes Randupitu. Sampah harus diolah sedemikian rupa hingga wisatawan merasa nyaman berkunjung,” ujar pria yang akrab disapa Samsul tersebut.

Konsep Wisata Edukasi Berbasis Sirkular
Samsul memaparkan bahwa konsep wisata ini nantinya akan mengajak pengunjung melihat langsung proses “keajaiban” pengolahan limbah. Sampah organik dikonversi menjadi pupuk kompos yang menghidupi kebun hidroponik, sementara sampah anorganik diolah menjadi bahan bakar alternatif.

Ketertarikan Samsul bukan tanpa alasan. Ia mengetahui bahwa Desa Randupitu telah memiliki modal infrastruktur berupa mesin pengolah sampah yang cukup mumpuni. Sebagai bentuk dukungan, ia berkomitmen untuk membantu sumbangsih pemikiran serta mengawal anggaran agar proyek ambisius ini bisa terealisasi.

“Randupitu punya potensi karena mesinnya sudah ada. Saya ingin ini jadi lebih besar dari sekadar tempat pengolahan biasa. Saya siap bantu perjuangkan anggarannya,” tegasnya.

Rahasia Dapur Desa Randupitu
Menanggapi tantangan tersebut, Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, menyambutnya dengan optimisme tinggi. Fuad mengungkapkan bahwa desa yang dipimpinnya sudah melangkah lebih maju dengan berhasil menciptakan bahan bakar alternatif dari limbah warga.

Meski masih merahasiakan detail teknis mesin tersebut, Fuad memastikan bahwa pihaknya kini sedang berfokus menata sektor pendukung lainnya agar layak dikunjungi wisatawan. Menurutnya, pengelolaan sampah jika dijabarkan secara detail dapat menunjang kemandirian ekonomi desa di banyak sektor.

“Kami sudah punya mesinnya dan sudah menghasilkan bahan bakar. Untuk menjadi destinasi wisata, tinggal kita tata manajemen dan estetikanya saja. Tunggu waktunya, nanti kami informasikan saat sudah siap dibuka untuk publik,” pungkas Fuad.

Langkah berani Desa Randupitu ini diharapkan menjadi pilot project bagi desa-desa lain di Pasuruan dalam mengubah masalah lingkungan menjadi sumber pendapatan asli desa (PADes) melalui kreativitas pariwisata.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bandara Mentawai Diperpanjang Akses Wisata Desa Kian Terbuka

29 April 2026 - 20:40 WIB

Vila Bodong Menjamur, Desa Hanya Jadi Penonton?

26 April 2026 - 13:07 WIB

Racikan Rempah Belakang Rumah: Primadona Baru Wisata Ambarawa

13 April 2026 - 17:51 WIB

Racikan Empon-Empon Ambarawa: Warisan Simbah yang Menembus Benteng

13 April 2026 - 15:57 WIB

Kampung Tenun Samarinda: Magnet Budaya di Gerbang IKN

2 April 2026 - 14:04 WIB

Pacu Kuda Padang Pariaman 2026: Magnet Ekonomi Perantau Pulang

29 Maret 2026 - 09:12 WIB

Trending di JALAN JAJAN