Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PENDIDIKAN · 13 Nov 2025 11:10 WIB ·

UAD Lawan Stunting dengan Timbangan Pintar dan Budidaya Terpadu


					LPPM Unversitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Tim PM-BEM (Foto. LPPM UAD) Perbesar

LPPM Unversitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Tim PM-BEM (Foto. LPPM UAD)

Gunungkidul, Yogyakarta [DESA MERDEKA] Upaya pencegahan kasus stunting di Kabupaten Gunungkidul mendapat dukungan signifikan dari akademisi. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama tim Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (PM-BEM) sukses mengimplementasikan program inovatif bertajuk “Implementasi Timbangan Pintar Berbasis Teknologi Mobile dalam Pencegahan Stunting.”

Program ini berpusat di Kalurahan Hargomulyo, Gedangsari, Gunungkidul, sebuah wilayah yang dipilih karena tingginya kasus stunting dan kebutuhan akan solusi pencegahan yang komprehensif. Inisiatif yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) ini berlangsung intensif dari bulan September hingga November 2025.

Hilirisasi Inovasi: Timbangan Paten dan Sistem Budidaya Terpadu
Program ini menjadi istimewa karena merupakan hilirisasi langsung dari hasil penelitian terapan yang dikembangkan dan telah dipatenkan oleh dosen UAD. Produk inovatif yang diimplementasikan mencakup dua pilar utama:

Timbangan Pintar Berbasis Teknologi Mobile: Sebuah timbangan stunting digital yang terintegrasi dengan aplikasi smartphone untuk mempermudah dan mempercepat pengelolaan data kesehatan serta pemantauan tumbuh kembang balita oleh Posyandu.

Sistem Budidaya Terpadu: Sebuah model inovatif yang menggabungkan kolam ikan, kandang ayam, dan akuaponik. Sistem ini memanfaatkan limbah ternak sebagai nutrisi bagi ikan dan tanaman, menjadikannya solusi efisien dalam penggunaan air dan lahan serta ramah lingkungan untuk penyediaan pangan bergizi murah.

Ketua tim dosen pengusul, Dr. Fatwa Tentama, M.Si., menegaskan bahwa program ini bersifat komprehensif. “Ini adalah program pemberdayaan yang intensif. Kami menggabungkan hilirisasi produk inovasi hasil penelitian berpaten dengan pelatihan yang mencakup banyak aspek. Tujuannya jelas, mewujudkan Kalurahan Hargomulyo sebagai desa mandiri yang sehat dan bebas stunting,” jelas Fatwa.

Kolaborasi Posyandu dan Kelompok Tani Didukung Mahasiswa
Dalam pelaksanaannya, tim UAD menggandeng mitra utama di lapangan, yaitu Posyandu Sindoro dan Kelompok Tani Sridadi di Hargomulyo. Sebanyak 21 mahasiswa dari gabungan BEM Fakultas Psikologi, BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UAD turut menjadi pelaksana lapangan.

Keterlibatan mahasiswa dari lintas disiplin ilmu ini memastikan pelaksanaan program berjalan secara holistik. Tim dosen yang terlibat dalam program ini terdiri dari Dr. Fatwa Tentama, M.Si. (Ketua), Prof. Dr. Surahma Asti Mulasari, M.Kes., Fanani Arief Ghozali, M.Pd., dan Iis Suwartini, M.Pd.

Pelatihan yang diberikan kepada mitra Posyandu meliputi penggunaan aplikasi mobile dan timbangan stunting digital, pengelolaan data kesehatan anak, serta edukasi gizi seimbang. Sementara itu, untuk Kelompok Tani, pelatihan fokus pada penerapan teknologi kandang terintegrasi, budidaya lele dan sayuran hijau, pelatihan kewirausahaan, diversifikasi produk olahan bergizi, hingga strategi pemasaran.

Kolaborasi antara inovasi teknologi, sistem budidaya ramah lingkungan, dan transfer ilmu kepada masyarakat ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang dalam memperkuat kemandirian pangan dan kesehatan Kalurahan Hargomulyo, sekaligus menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam upaya penanggulangan stunting.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Lepas 340 Penerima Beasiswa Sawit, Gubernur Mahyeldi : Jangan Sia-siakan Kesempatan

22 September 2026 - 10:45 WIB

Di Tengah Demam AI, Guru Sumbar Butuh Perlindungan

5 September 2026 - 14:24 WIB

Bangkit dari Bawah: Pemulihan Gempa Ngada Berbasis Desa

4 September 2026 - 21:07 WIB

Kelurahan Cipayung dan Paramadina Buka Ruang Kolaborasi Global

1 September 2026 - 14:21 WIB

Renovasi Kelas, Siswa SMA Cendana Boas Malaka Belajar di Luar

31 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Kisah Nurul Fadiah, Melawan ‘Brain Drain’ dari Pesisir Selayar

16 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Trending di PENDIDIKAN