Wabup Sinjai: Tudang Sipulung Bukan Seremonial, Solusi Pupuk dan Irigasi Menguat
Sinjai, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] – Tradisi musyawarah adat Tudang Sipulung di Desa Lamatti Riattang kembali digelar, menjadi ruang budaya utama bagi masyarakat untuk mengevaluasi dan mencari solusi atas berbagai persoalan pertanian. Kegiatan ini secara khusus dirangkaikan dengan Pesta Panen dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda, pada Jumat, 28 November 2025.
Wakil Bupati Mahyanto Mazda menegaskan bahwa Tudang Sipulung memiliki nilai yang jauh melampaui seremonial. Menurutnya, tradisi ini adalah identitas budaya Bugis yang memuat nilai musyawarah, saling mendengarkan, mengingatkan, dan menghargai antarsesama. Forum ini secara efektif memposisikan diri sebagai jembatan komunikasi dua arah antara pemerintah dan petani.
Fokus Bahasan: Pupuk, Irigasi, hingga Diversifikasi Komoditas
Dalam suasana yang hangat di tengah hamparan sawah, forum Tudang Sipulung membahas berbagai isu strategis yang krusial bagi kesejahteraan petani setempat. Topik utama yang didiskusikan meliputi ketersediaan dan distribusi pupuk, perbaikan sistem irigasi, tantangan harga pascapanen, hingga kebutuhan akan inovasi pertanian yang lebih modern.
Para peserta, yang terdiri dari perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, penyuluh pertanian, dan masyarakat, juga menyoroti pentingnya diversifikasi komoditas pertanian. Diversifikasi dianggap sebagai langkah strategis untuk menguatkan ketahanan ekonomi petani agar tidak bergantung pada satu jenis hasil panen saja.
Pemerintah Komitmen Perbaiki Air dan Pendampingan Intensif
Menanggapi berbagai masukan dari petani, Wakil Bupati Sinjai menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam bentuk pendampingan intensif bagi petani dan penyuluh. Ia menyatakan komitmen tegas Pemerintah Kabupaten Sinjai untuk memperbaiki infrastruktur air secara berkelanjutan.
“Pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki infrastruktur air dan menghadirkan penyuluh yang lebih aktif di lapangan,” tegas Mahyanto Mazda. Komitmen ini bertujuan memastikan ketersediaan air yang memadai untuk sawah dan meningkatkan transfer pengetahuan pertanian yang dibutuhkan petani.
Acara yang diikuti secara antusias ini tidak hanya diisi dengan musyawarah serius. Sebagai rangkaian puncak Pesta Panen, Wakil Bupati secara resmi membuka lomba balap taksi gabah. Lomba tradisional yang penuh kegembiraan ini menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen yang melimpah dan mempererat tali silaturahmi antarwarga. Tudang Sipulung di Lamatti Riattang ini membuktikan bahwa tradisi lokal dapat menjadi motor penggerak pembangunan sektor pertanian yang lebih terencana dan berkeadilan.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.