Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 1 Mar 2026 06:10 WIB ·

Transportasi Modern Sumbar Segera Hubungkan Dua Kawasan Raksasa


					Transportasi Modern Sumbar Segera Hubungkan Dua Kawasan Raksasa Perbesar

Bukittinggi, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) resmi memulai langkah besar untuk memutus rantai kemacetan antarwilayah. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, mengumumkan skema pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) yang akan mengintegrasikan dua kawasan dengan mobilitas tertinggi: Palapa (Padang–Lubuk Alung–Pariaman) dan Bukapalipatar (Bukittinggi dan sekitarnya).

Langkah ini bukan sekadar menambah armada bus, melainkan menciptakan standar layanan tinggi yang mampu mengangkut potensi 1,6 juta penumpang per tahun. Melalui rapat koordinasi di Istana Bung Hatta, Jumat (27/2/2026), Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa rencana ini telah mendapat lampu hijau dari Kementerian Perhubungan.

Strategi Pecah Kepadatan di Dua Jantung Sumbar
Pengembangan ini dibagi menjadi dua fokus utama untuk memastikan konektivitas berjalan mulus:

  • Kawasan Palapa: Disiapkan empat jalur utama yang menghubungkan Padang, Lubuk Alung, Sicincin, hingga Pariaman. Jalur ini akan terintegrasi langsung dengan terminal dan simpul transportasi utama lainnya.
  • Kawasan Bukapalipatar: Mencakup enam wilayah (Bukittinggi, Agam, Padang Panjang, Payakumbuh, Lima Puluh Kota, dan Tanah Datar). Karena cakupannya yang luas, proyek ini akan dikerjakan bertahap, diawali dengan layanan Trans Paliko rute Payakumbuh–Lima Puluh Kota.

Efek Domino Bagi Ekonomi Regional
Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Dedi Diantolani, menjelaskan bahwa dukungan administrasi dan rancangan sistem transportasi untuk kawasan Palapa telah rampung. Integrasi ini diharapkan tidak hanya membuat perjalanan lebih aman dan nyaman, tetapi juga menekan biaya logistik warga yang bepergian untuk sekolah, dagang, hingga wisata.

“Kita ingin perjalanan antarwilayah lancar tanpa hambatan macet yang selama ini menjadi keluhan. Ini adalah kebutuhan mendesak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi regional,” tegas Gubernur Mahyeldi. Suksesnya megaproyek ini kini bergantung pada komitmen dan sinergi administrasi dari seluruh kepala daerah yang wilayahnya masuk dalam rute BRT tersebut.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sapi ‘Monster’ Limosin 1,05 Ton Kiriman Presiden Prabowo Tiba di Tulungagung

26 Mei 2026 - 16:46 WIB

Satlinmas Nagari Garda Amankan Pembangunan Desa Sumatera Barat

25 Mei 2026 - 20:57 WIB

Cetak Miliarder Digital Desa Lewat Nagari Creative Hub Sumbar

25 Mei 2026 - 20:49 WIB

Bupati Erwin Burase Pacu Kemandirian UMKM Desa Parigi Moutong

24 Mei 2026 - 22:02 WIB

Diaspora Minang Ditantang Bangun Kemandirian Nagari Sumbar

24 Mei 2026 - 21:59 WIB

Sinergi Diaspora Membangun Nagari Jadi Strategi Resmi Sumbar

24 Mei 2026 - 19:33 WIB

Trending di PEMDA