Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

RAGAM · 18 Mar 2025 01:29 WIB ·

Tragedi di Perairan Batang Dua: Kapal LCT Tenggelam, Empat Awak Hilang dalam Pencarian


					Tragedi di Perairan Batang Dua: Kapal LCT Tenggelam, Empat Awak Hilang dalam Pencarian Perbesar

Ternate, Maluku Utara [DESA MERDEKA] — Sebuah kapal LCT (Landing Craft Transport) bernama SJP 168 A dilaporkan tenggelam di perairan Mayau Tifure, Batang Dua, Ternate. Insiden tragis ini terjadi pada Jumat, 14 Maret 2025, sekitar pukul 13.52 WIT, dan menyebabkan empat dari delapan awak kapal hilang.

Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan bahwa kapal LCT SJP 168 A berangkat dari Pelabuhan Buli, Halmahera Timur, pada Senin, 3 Maret 2025, dengan tujuan Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara. Namun, saat memasuki perairan Mayau Tifure, Batang Dua, kapal tersebut mengalami musibah dan tenggelam.

“Kapal sempat terombang-ambing di laut selama lebih dari satu jam sebelum akhirnya empat awak kapal berhasil diselamatkan oleh KM. Mirza,” ujar Iwan Ramdani pada Senin, 17 Maret 2025. “Namun, empat awak lainnya masih dalam pencarian.”

Empat awak kapal yang selamat adalah Philips J.M. Nasarany (Nahkoda), Rahmat (Masinis II), Hamdani (Juru Mudi), dan Irwandi (Juru Mudi).

Sementara itu, empat awak yang masih hilang adalah Muh Mufly (Mualim I), Bahruddin Djamani (KKM), Zuber (Juru Minyak), dan M. Sapri Pammu (Juru Masak).

“Pada pukul 15.32 WIT, KM. Mirza menemukan empat korban selamat di koordinat 0°32’0.00″N / 126°20’60.00″E dan mengevakuasi mereka ke Pulau Tifure, Batang Dua,” jelas Iwan Ramdani.

Tim SAR gabungan segera dikerahkan untuk melakukan pencarian setelah menerima informasi dari KM. Mirza. Pencarian intensif telah dilakukan selama empat hari, tetapi keempat awak yang hilang belum ditemukan.

Insiden ini menyoroti pentingnya keselamatan pelayaran, terutama di perairan dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.

Pihak berwenang mengimbau semua kapal untuk selalu mematuhi protokol keselamatan dan memastikan semua awak dilengkapi dengan peralatan keselamatan yang memadai.

Disclaimer: Informasi yang disajikan dalam artikel ini berdasarkan data yang tersedia pada saat publikasi. Perkembangan lebih lanjut terkait insiden ini akan diperbarui sesuai informasi resmi dari pihak berwenang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 107 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Desa Ekspor: Strategi Mendes Yandri Dongkrak Ekonomi Lokal

6 Maret 2026 - 19:14 WIB

Siasat Cerdas Schuster: Alasan Ilmuwan Belanda Bungkam Soal Mr. X

6 Maret 2026 - 16:09 WIB

Hikmah dari Seekor Ikan: Belajar Menjaga Lidah dari Gus Sentot

6 Maret 2026 - 15:42 WIB

Wagub Vasko Puji Semangat Gen Z Makmurkan Masjid

5 Maret 2026 - 10:16 WIB

Gubernur Mahyeldi Kejutan Sahur di Rumah Triplek Sawahlunto

5 Maret 2026 - 10:07 WIB

Pajak Air Permukaan: Modal Baru Pembangunan Dharmasraya Berkelanjutan

5 Maret 2026 - 05:08 WIB

Trending di RAGAM