Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 26 Feb 2025 18:17 WIB ·

TMMD Kotabaru Ubah Lahan Tidur Jadi Lumbung Pangan Desa Talusi


					TMMD Kotabaru Ubah Lahan Tidur Jadi Lumbung Pangan Desa Talusi Perbesar

Kotabaru, Kalimantan Selatan [DESA MERDEKA] – Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (Satgas TMMD) ke-123 Kodim 1004 Kotabaru membuktikan bahwa ketahanan pangan nasional dimulai dari kerja bakti di akar rumput. Bersama warga Desa Talusi, Kecamatan Pamukan Selatan, personel TNI berhasil menyulap 2 hektare lahan tidur menjadi area pertanian produktif pada Rabu (26/2/2025).

Langkah progresif ini bukan sekadar rutinitas pembangunan fisik, melainkan upaya strategis untuk memutus ketergantungan pangan di wilayah pelosok Kotabaru. Pembukaan lahan dilakukan secara kolektif menggunakan kombinasi alat tradisional dan mekanisasi pertanian.

Dansatgas TMMD ke-123, Letkol Inf Bayu Oktavianto Sudibyo, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat Desa Talusi. “Kami tidak hanya membuka lahan, tapi juga ingin menanamkan kesadaran kolektif bahwa kemandirian pangan adalah fondasi utama pertahanan sebuah desa,” jelas Letkol Bayu yang juga menjabat sebagai Dandim 1004 Kotabaru.

Gotong Royong Modern di Pamukan Selatan
Pemandangan di lapangan menunjukkan sinergi yang kuat. Prajurit TNI dan warga bahu-membahu menggunakan parang, cangkul, hingga traktor untuk membersihkan area yang sebelumnya tidak produktif. Kerja sama ini menjadi oase di tengah gempuran modernitas yang mulai mengikis budaya gotong royong.

Kepala Desa Talusi, Nur Akhmadi, menilai kehadiran Satgas TMMD telah memberikan harapan baru bagi ekonomi desa. Menurutnya, lahan 2 hektare ini akan menjadi laboratorium pertanian bagi warga untuk meningkatkan pendapatan dan memproduksi pangan secara mandiri.

“Kami sangat terbantu. Semoga model pembukaan lahan melalui kolaborasi TNI-Rakyat ini bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kotabaru,” ujar Nur Akhmadi penuh syukur.

Dampak Ekonomi Jangka Panjang
Bukan sekadar mencangkul, proyek ini diproyeksikan memberikan tiga dampak sekaligus bagi Desa Talusi:

  • Peningkatan Produksi Pangan: Stok pangan lokal lebih terjamin dan stabil.
  • Penciptaan Lapangan Kerja: Mengaktifkan kembali peran petani lokal di lahan baru.
  • Stabilitas Harga: Mengurangi biaya logistik pengiriman pangan dari luar daerah.

Melalui program TMMD ke-123 ini, TNI menunjukkan bahwa fungsi mereka tidak hanya menjaga teritorial, tetapi juga hadir sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 77 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sumpah Pemuda di Obi: Konsolidasi 200 Armada Lokal Melawan Ketimpangan Logistik Desa

29 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Menantang Ombak Pesisir Domas Lewat Racikan Probiotik Kampus

22 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Gadai Bawah Tangan: Benturan Transaksi Informal dengan Hukum Formal

21 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Tragedi Desa Sugi: Trauma Mafia Tanah dan Apatisme Nelayan Mangrove

12 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Pasir Pantai Merah Putih Obi Dikeruk Ilegal, APH dan Pemda Didesak Bertindak

3 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Bertahan di Ruas Kaputusan: Nestapa dan Resiliensi Warga

29 September 2026 - 16:06 WIB

Trending di RAGAM