Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMERINTAHAN · 3 Nov 2025 11:11 WIB ·

Tinggalkan Kertas! Sumbar Tancap Gas Menuju Pemerintahan Digital 2026


					Tinggalkan Kertas! Sumbar Tancap Gas Menuju Pemerintahan Digital 2026 Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) segera memasuki babak baru dalam tata kelola pemerintahan. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumbar, Arry Yuswandi, dengan tegas menyatakan komitmennya untuk mempercepat Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Digital (SPBE) Sumbar. Langkah radikal ini bertujuan mewujudkan birokrasi yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

Dalam apel pagi di lingkungan Setdaprov Sumbar, Senin (3/11/2025), Arry Yuswandi mengeluarkan instruksi penting. “Mulai 1 Januari 2026, saya tidak akan lagi menerima surat dalam bentuk kertas. Semua urusan administrasi wajib beralih sepenuhnya ke sistem elektronik,” tegasnya di hadapan jajaran ASN.

Instruksi ini menandai akhir dari kebiasaan administrasi konvensional. Seluruh jajaran di lingkungan Pemprov Sumbar diminta segera beradaptasi dengan sistem digital yang telah disiapkan. Komitmen ini bukan sekadar tuntutan kemajuan teknologi, melainkan juga bentuk tanggung jawab kolektif untuk membangun birokrasi yang lebih cepat, akurat, dan akuntabel.

Dua Platform Digital Jadi Fondasi Utama
Untuk memuluskan langkah strategis ini, Pemprov Sumbar telah mempersiapkan sejumlah platform inti. Dua sistem utama yang menjadi fondasi transformasi digital adalah aplikasi Srikandi untuk manajemen surat-menyurat dan aplikasi e-sign untuk proses persetujuan perjalanan dinas.

Menurut Arry, digitalisasi membawa manfaat ganda. Selain mendukung konsep paperless government yang ramah lingkungan, sistem elektronik memungkinkan semua proses administrasi dilakukan kapan saja dan di mana saja.

“Dengan digitalisasi, semua proses bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, tanpa terbatas ruang dan waktu. Selain efisien, sistem ini juga mampu menghemat biaya operasional secara signifikan sekaligus mendukung upaya kita menjaga kelestarian lingkungan,” jelas Sekdaprov.

Inisiatif ini dicanangkan sebagai upaya konkret menuju tata kelola pemerintahan yang transparan dan efisien. Dengan demikian, pelayanan publik diharapkan menjadi lebih optimal dan tidak lagi terhambat oleh proses birokrasi manual yang memakan waktu.

Di penghujung apel, suasana sempat mencair saat Sekdaprov Arry Yuswandi memberikan apresiasi berupa tiga hadiah kepada peserta yang berhasil menjawab pertanyaan terkait core value ASN BerAKHLAK. Momen ini menjadi penutup hangat dari penegasan dimulainya era baru pemerintahan digital di Sumatera Barat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Menteri LH Ditantang Tuntaskan Proyek PSEL Padang Raya

27 Mei 2026 - 08:15 WIB

Menbud Fadli Zon Dorong Pembangunan Museum Desa Masif

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

Program TEKAD Sulap Potensi 1.110 Desa Demi Makan Gratis

19 Mei 2026 - 10:19 WIB

Target 59 Negara: Saatnya Produk Desa Sulsel Mendunia

15 Mei 2026 - 07:17 WIB

Trending di PEMERINTAHAN