Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 13 Jun 2025 11:33 WIB ·

Tabanan Bergerak: 15 Desa Bersatu Kelola Sampah Mandiri


					Aparat desa dan adat di Kecamatan Kerambitan saat lakukan penjajakan ke kantor Eco Bali di Jalan Padonan, Tibubeneng, Kabupaten Badung, pada Kamis (12/6). -IST Perbesar

Aparat desa dan adat di Kecamatan Kerambitan saat lakukan penjajakan ke kantor Eco Bali di Jalan Padonan, Tibubeneng, Kabupaten Badung, pada Kamis (12/6). -IST

Tabanan, Bali [DESA MERDEKA]Lima belas desa di Kecamatan Kerambitan, Tabanan, menyatakan komitmen kolektif dalam penanganan sampah berbasis sumber. Inisiatif kolaboratif ini diawali dengan kunjungan penjajakan ke Kantor Eco Bali di Jalan Padonan, Tibubeneng, Badung, pada Kamis (12/6). Langkah strategis ini bertujuan menggali potensi kerja sama pengelolaan sampah melalui sistem pemilahan dan daur ulang yang efektif.

Kunjungan ini melibatkan jajaran penting, mulai dari Camat Kerambitan, Forum Perbekel, Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD), hingga Paiketan Bendesa Adat se-Kecamatan Kerambitan. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan keseriusan dan dukungan penuh terhadap upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Camat Kerambitan, I Putu Adi Supraja, menegaskan bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama. “Ini bukan sekadar tugas formal, namun juga merupakan tanggung jawab moral kita bersama, baik pemerintah, masyarakat, maupun lembaga adat,” ujarnya. Adi Supraja juga menekankan pentingnya hilirisasi sampah yang jelas, termasuk keterlibatan offtaker yang siap mengelola sampah daur ulang hasil pemilahan rumah tangga. Hal ini memastikan bahwa sampah yang telah dipilah dapat memiliki nilai ekonomis dan tidak kembali menjadi beban lingkungan.

Eco Bali, yang menjadi mitra penjajakan, telah beroperasi sejak tahun 2006 dan dikenal sebagai pionir dalam pengelolaan sampah berkelanjutan di Bali. Perusahaan ini telah melayani 86 desa di 25 kecamatan dan 4 kabupaten, dengan fokus pada edukasi, pemilahan, dan daur ulang untuk mencapai target zero waste. Pendekatan ini selaras dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, serta turut mendukung implementasi Visi Tabanan Era Baru: Aman, Unggul, dan Madani.

Ketua Forum Perbekel Kecamatan Kerambitan, I Ketut Dyana Putra, menyatakan kesiapan penuh untuk menghidupkan kembali peran Bank Sampah. “Revitalisasi Bank Sampah sangat penting agar masyarakat memiliki kepastian dalam pemilahan dan pengelolaan sampah. Ini adalah bagian krusial dari upaya menciptakan sistem yang berkelanjutan,” jelasnya. Bank Sampah diharapkan dapat menjadi motor penggerak partisipasi masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah dari sumbernya.

Senada dengan itu, Perwakilan Bendesa Adat se-Kecamatan Kerambitan, I Nyoman Adnyana, menegaskan komitmen Desa Adat. “Kami telah memiliki Perarem di masing-masing wilayah untuk mendukung kebijakan ini. Sinergi antara Desa Dinas dan Desa Adat sangat penting dalam mewujudkan visi ini,” katanya. Dukungan dari lembaga adat menunjukkan bahwa upaya pengelolaan sampah ini memiliki dasar yang kuat dalam norma dan kearifan lokal.

Sebagai tahap lanjutan, kerja sama ini akan fokus pada penyusunan skema tata kelola pasca-pemilahan. Skema ini mencakup sistem pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahan bersama mitra hilir. Tujuannya adalah memastikan bahwa sampah daur ulang benar-benar memberikan manfaat dan tidak lagi menjadi beban lingkungan. “Kami berharap rencana ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat Kerambitan,” pungkas Adnyana.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ekonomi Digital Desa: Koperasi Merah Putih Tembus Pasar Dunia

23 April 2026 - 09:32 WIB

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Optimisme Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Luka di Bacan Barat: Saat Dana Kesehatan Desa Dikorupsi

20 April 2026 - 22:18 WIB

Trending di RAGAM