Laiwui, Halmahera Selatan [DESA MERDEKA] — Masalah klasik berupa buruknya infrastruktur telekomunikasi kembali memicu keresahan di wilayah lingkar tambang. Ketua Asosiasi Dump Truck Kecamatan Obi, Azwar Abubakar, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara untuk segera memanggil manajemen PT Telkomsel. Desakan ini mencuat menyusul ketidakstabilan jaringan internet yang sering mengalami gangguan alias “mati-hidup” secara berulang di wilayah tersebut.
Menurut Azwar, gangguan digital yang terus terjadi ini bukan lagi sekadar masalah teknis sepele, melainkan hantaman keras bagi roda perekonomian daerah. Dampak kerugian paling nyata dirasakan langsung oleh para sopir dump truck serta masyarakat luas di Kecamatan Obi yang kini sangat bergantung pada konektivitas digital untuk aktivitas harian mereka.
Melumpuhkan Sektor Usaha Lokal
Azwar menyatakan bahwa pemadaman sinyal secara tiba-tiba sangat menggangu operasional para pelaku usaha di Kecamatan Obi. Di era modern ini, sebagian besar koordinasi logistik, transaksi pembayaran, hingga administrasi bisnis telah beralih ke sistem daring. Ketika koneksi internet terputus secara mendadak, rantai pasok dan aktivitas bisnis lokal otomatis lumpuh total.
”Kami meminta Pemda dan Pemprov tidak tinggal diam melihat kondisi ini. Pemerintah harus bertindak taktis dan segera memfasilitasi audiensi bersama penyedia layanan telekomunikasi tersebut,” ujar Azwar.
Pihak asosiasi dan warga setempat mengaku sangat resah dengan performa manajemen Telkomsel. Pasalnya, pemutusan jaringan sering kali terjadi tanpa adanya peringatan dini maupun alasan yang pasti. Bagi masyarakat Obi, internet yang putus-nyambung di era transformasi digital sama saja dengan mematikan nadi perekonomian masyarakat secara paksa.
Tuntut Transparansi dan Evaluasi SLA
Lebih lanjut, Azwar menuntut adanya transparansi penuh dari pihak Telkomsel mengenai akar masalah yang sebenarnya. Masyarakat berhak mengetahui apakah gangguan ini murni disebabkan oleh pemeliharaan infrastruktur, kendala catu daya listrik, atau ada masalah teknis mendasar lainnya yang sengaja dibiarkan.
Sebagai langkah konkret, Asosiasi Dump Truck Kecamatan Obi berharap pemerintah tidak hanya sekadar menegur, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin operasional dan Service Level Agreement (SLA) atau perjanjian tingkat layanan dari penyedia jaringan tersebut. Evaluasi ini dinilai krusial demi menjamin hak-hak konsumen, khususnya pemenuhan kebutuhan digital bagi asosiasi usaha dan masyarakat Kecamatan Obi yang selama ini terabaikan.
Kata Kunci: Internet Obi putus, Telkomsel Obi gangguan, Asosiasi Dump Truck Obi.
Frasa Kunci Utama: Gangguan jaringan Telkomsel di Kecamatan Obi merugikan ekonomi.
Meta Description: Asosiasi Dump Truck Kecamatan Obi mendesak Pemda Halsel dan Pemprov Malut mengevaluasi Telkomsel akibat gangguan internet yang melumpuhkan ekonomi warga.
Judul: Jaringan Telkomsel Sering ‘Mati-Hidup’, Asosiasi Dump Truck Obi Desak Pemerintah Evaluasi Izin Operasional

Activity:
•Reporter •Advocate (Kandidat Notaris PPAT) •Konsultan Pendidikan Nawala Education (Overseas Study Advisor – Nawala Education) •Lecturer
Experience:
•Reporter & News Anchor TVRI •Medical Reps. Eisai Indonesia •HRD Metro Selular Nusantara
***
“Penghargaan paling tinggi bagi seorang pekerja keras bukanlah apa yang dia peroleh dari pekerjaan itu, tapi seberapa berkembang ia dengan kerja kerasnya itu.” – John Ruskin


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.