Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 2 Jan 2025 08:04 WIB ·

Suwat Gemparkan Dunia dengan Tradisi Perang Air


					Suwat Gemparkan Dunia dengan Tradisi Perang Air Perbesar

Gianyar [DESA MERDEKA] – Desa Suwat, Gianyar, Bali, kembali menyita perhatian dunia dengan tradisi uniknya, Perang Air atau Siyat Yeh. Acara puncak dari Festival Air Suwat ini digelar setiap tahun baru dan selalu berhasil menarik minat wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Pada perayaan ke-10, Rabu (1/1), ratusan warga Suwat tumpah ruah di perempatan desa. Dengan semangat tinggi, mereka saling menyiram air menggunakan gayung sambil diiringi lantunan gamelan baleganjur. Tidak hanya warga lokal, sejumlah wisatawan asing pun ikut berbaur dan merasakan sensasi basah-basahan yang menyegarkan.

Ritual Suci dan Hiburan

Perang Air di Suwat bukan sekadar permainan air semata. Acara ini memiliki makna spiritual yang mendalam sebagai bentuk syukur atas limpahan air yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat. Sebelum perang air dimulai, dilakukan ritual penyucian air dengan mantra-mantra khusus.

“Air bagi kami adalah sumber kehidupan. Dengan ritual ini, kami memohon berkah kepada Tuhan agar selalu diberikan kesehatan dan kesejahteraan,” ujar Jro Bendesa Adat Suwat, Ngakan Putu Sudibya.

Wisata Religi dan Budaya

Festival Air Suwat tidak hanya menarik minat wisatawan karena keunikan tradisinya, tetapi juga karena keindahan alam Desa Suwat. Adanya air terjun dan tempat penglukatan membuat desa ini menjadi destinasi wisata religi yang menarik.

“Kami menawarkan paket wisata yang memungkinkan wisatawan untuk menginap di desa, mengikuti ritual, dan merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat Suwat,” tambah Sudibya.

Dampak Ekonomi Positif

Keberhasilan Festival Air Suwat dalam menarik wisatawan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Pendapatan dari sektor pariwisata digunakan untuk berbagai keperluan, seperti pembangunan infrastruktur desa dan kesejahteraan masyarakat.

“Keuntungan dari objek wisata air terjun dibagikan kepada seluruh krama. Ini adalah bukti bahwa tradisi dan budaya dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan,” ujar Sudibya.

Pesan Moral

Perang Air Suwat mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga kelestarian alam, menghargai budaya leluhur, dan hidup berdampingan secara harmonis. Acara ini juga membuktikan bahwa pariwisata dapat menjadi alat untuk melestarikan budaya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 132 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tebar Qurban Pemprov Sumbar Sukses Jangkau Mentawai

30 Mei 2026 - 15:47 WIB

Ambulans Desa: Saat Pejabat Tinggalkan Mobil Mewah

29 Mei 2026 - 20:25 WIB

Ambulans dari Anggaran Dinas: Langkah Berani Bupati Serang

29 Mei 2026 - 18:09 WIB

Sapi Kurban Wabup Tabalong Bahagiakan Warga Desa Lano

29 Mei 2026 - 12:18 WIB

Sapi Kurban Wapres Berdayakan Peternak Lokal Limapuluh Kota

29 Mei 2026 - 10:20 WIB

Golkar Bekasi Distribusi Hewan Kurban ke 23 Kecamatan

28 Mei 2026 - 18:25 WIB

Trending di RAGAM