Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PUSAT · 17 Mar 2025 17:51 WIB ·

Sumbar Siaga Lebaran: Pangan Cukup, Lalu Lintas Diatur


					Sumbar Siaga Lebaran: Pangan Cukup, Lalu Lintas Diatur Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Menjelang perayaan Idulfitri 1446 H, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bergerak cepat memastikan stabilitas daerah dari dua sisi utama: perut rakyat dan kelancaran jalan. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa stok pangan di wilayahnya diprediksi mengalami surplus hingga Juni 2025, namun pengawasan ketat terhadap distribusi dan arus mudik tetap menjadi prioritas absolut.

Dalam Diskusi Grup Terpumpun (FGD) di Istana Gubernuran, Senin (17/3/2025), Mahyeldi mengungkapkan bahwa tantangan terbesar bukan pada ketersediaan, melainkan potensi gejolak harga akibat kendala logistik.

Ketahanan Pangan: Surplus Tapi Tetap Siaga
Meskipun produksi lokal melimpah, komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tetap diwaspadai akan mengalami kenaikan harga. Gubernur menginstruksikan Dinas Pangan untuk segera melakukan langkah antisipatif melalui kerja sama antar daerah guna menjaga stabilitas harga di pasar.

“Dinas Pangan harus mengambil langkah cepat agar kendala distribusi tidak memicu inflasi di daerah-daerah tertentu,” ujar Mahyeldi.

Rekayasa Lalu Lintas: One Way dan Antisipasi Cuaca
Sektor perhubungan menjadi fokus krusial mengingat Sumbar merupakan destinasi mudik utama. Enam jalur masuk provinsi telah dipetakan untuk menghindari penumpukan kendaraan. Pemerintah kembali memberlakukan sistem one way (satu arah) pada jalur ikonik Padang-Bukittinggi.

Aturannya adalah jalur Padang Panjang diperuntukkan bagi kendaraan dari arah Padang menuju Bukittinggi. Sebaliknya, kendaraan dari Bukittinggi menuju Padang dialihkan melalui jalur Malalak. Strategi ini diambil secara spesifik untuk menghindari risiko kendaraan mogok di tanjakan curam Malalak jika arus dipaksakan dua arah.

Selain kemacetan, ancaman bencana hidrometeorologi juga menghantui. Berdasarkan prediksi BMKG, curah hujan akan meningkat pada April 2025. Menanggapi hal ini, Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) diperintahkan menyiagakan alat berat dan personel di titik-titik rawan longsor.

Pariwisata Sehat dan Selamat
Menutup arahannya, Gubernur mengingatkan para pengelola objek wisata untuk tidak hanya mengejar profit. Mengingat lonjakan pengunjung saat Lebaran, standar keselamatan dan kesehatan harus terpenuhi. Sarana prasarana keselamatan wajib tersedia untuk menjamin kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Ranah Minang.

Dengan kombinasi pangan yang terjaga dan rekayasa jalan yang matang, Pemprov Sumbar optimistis Lebaran 1446 H akan berjalan kondusif, nyaman, dan aman bagi seluruh masyarakat maupun perantau yang pulang kampung.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Membalik Arus: Strategi Prabowo Jadikan Desa Benteng Ekonomi Ekonomi Nasional

14 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Di Balik Seremoni Jembatan Merah Putih Polri: Realitas atau Pencitraan?

14 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Warung Pangan ID Food Diperluas, Pasar Tradisional Didorong Putus Rantai Pasok

11 Agustus 2026 - 05:32 WIB

Saat Artificial Intelligence Menembus Batas Desa Mencari Korban TPPO

31 Juli 2026 - 09:35 WIB

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Trending di KABAR PUSAT