Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMERINTAHAN · 19 Jan 2026 15:23 WIB ·

Sulteng Bidik Kedaulatan Digital, 606 Desa Segera Merdeka Sinyal


					Sulteng Bidik Kedaulatan Digital, 606 Desa Segera Merdeka Sinyal Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Di tengah gegap gempita digitalisasi global, sebanyak 606 desa di Sulawesi Tengah (Sulteng) ternyata masih terisolasi dari akses internet alias blank spot. Menanggapi “ketimpangan digital” ini, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan komitmennya untuk melakukan akselerasi besar-besaran demi membawa desa-desa di Sulteng keluar dari kegelapan informasi.

Komitmen tersebut ditegaskan Yandri saat menerima audiensi Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, di Jakarta, Senin (19/1/2026). Mendes Yandri memandang bahwa internet bukan lagi sekadar pelengkap gaya hidup, melainkan instrumen vital untuk menggerakkan roda ekonomi desa agar setara dengan kawasan perkotaan.

“Digitalisasi itu keharusan. Kita diskusikan bagaimana masalah blank spot di 606 desa ini kita ubah menjadi peluang besar. Jika internet dan listrik masuk, masa depan desa akan terkoneksi dengan ekosistem digital yang maju,” ujar Yandri Susanto.

Ekosistem Digital: Jembatan Produk Lokal ke Pasar Global
Sudut pandang menarik dari percepatan ini bukan hanya soal akses komunikasi, melainkan penguatan infrastruktur ekonomi melalui Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Selama ini, kendala sinyal menjadi penghalang utama produk kerajinan dan pertanian lokal Sulteng untuk menembus pasar internasional.

Dengan hadirnya koneksi internet, akses pasar bagi Badan Usaha Milik Desa (BUM Des) akan terbuka lebar melalui platform e-commerce. Hal ini diprediksi akan memutus rantai distribusi yang panjang dan meningkatkan pendapatan asli desa secara signifikan.

Kepastian Nasib Warga Desa di Pelosok
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, memberikan apresiasi tinggi terhadap afirmasi positif dari pemerintah pusat. Baginya, dukungan Mendes Yandri adalah harapan baru bagi warga yang selama ini sulit mengakses informasi dasar hingga terkendala dalam pembangunan infrastruktur jembatan penghubung desa.

“Kehadiran negara melalui afirmasi ini menjadi kepastian nasib bagi warga kami. Tanpa sinyal yang memadai, pembangunan ekonomi koperasi desa yang kami canangkan akan sulit berjalan optimal,” jelas Anwar Hafid.

Mendes Yandri dijadwalkan akan segera mengunjungi Sulawesi Tengah bersama Wakil Menteri Riza Patria dan jajaran dirjen terkait. Agenda utamanya adalah mengawal program strategis nasional serta melakukan pertemuan akbar dengan seluruh Kepala Desa se-Sulawesi Tengah guna menyelaraskan visi pembangunan berbasis digital.

Sinergi antara pengalaman lapangan Anwar Hafid—yang merintis karier dari Kepala Desa hingga Gubernur—dengan kebijakan strategis Kemendes PDT diharapkan mampu menghapus status blank spot dan menjadikan Sulteng sebagai percontohan digitalisasi desa di Indonesia Timur.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Menteri LH Ditantang Tuntaskan Proyek PSEL Padang Raya

27 Mei 2026 - 08:15 WIB

Menbud Fadli Zon Dorong Pembangunan Museum Desa Masif

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

Program TEKAD Sulap Potensi 1.110 Desa Demi Makan Gratis

19 Mei 2026 - 10:19 WIB

Target 59 Negara: Saatnya Produk Desa Sulsel Mendunia

15 Mei 2026 - 07:17 WIB

Trending di PEMERINTAHAN