Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMERINTAHAN · 26 Jan 2025 13:28 WIB ·

Sukoharjo Genjot Produksi Padi, Sawah Bondo Desa Wajib Ditanami


					Sukoharjo Genjot Produksi Padi, Sawah Bondo Desa Wajib Ditanami Perbesar

Sukoharjo, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Dalam upaya mendukung program swasembada pangan nasional, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo mewajibkan seluruh desa untuk mengoptimalkan penggunaan lahan pertanian, termasuk sawah bondo desa. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Bagas Windaryatno.

“Sawah bondo desa yang merupakan aset daerah harus dimanfaatkan secara maksimal untuk produksi pangan, khususnya padi. Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan di wilayah kami,” tegas Bagas.

Pemantauan Intensif untuk Optimalkan Produksi

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo telah melakukan pendataan terhadap seluruh lahan pertanian di wilayahnya. Hasilnya menunjukkan bahwa potensi produksi padi di Sukoharjo sangat besar. Namun, untuk mencapai target swasembada pangan, diperlukan pengelolaan lahan yang optimal.

“Kami akan memantau secara intensif pelaksanaan penanaman padi di seluruh desa. Para camat juga diminta untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan bahwa seluruh lahan pertanian, termasuk sawah bondo desa, dimanfaatkan dengan baik,” ujar Bagas.

Sinergi Antar Instansi Dukung Swasembada Pangan

Untuk mendukung program ini, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian, TNI, dan BUMN seperti Bulog. Sinergi ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pertanian, serta memberikan pendampingan kepada petani.

“Kami telah melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencapai target swasembada pangan. Mulai dari penyediaan bibit unggul, pupuk, hingga pemasaran hasil panen, semuanya telah kami siapkan,” tambah Bagas.

Manfaat Program untuk Petani dan Masyarakat

Program intensifikasi produksi padi di Sukoharjo tidak hanya memberikan manfaat bagi pemerintah, tetapi juga bagi petani dan masyarakat secara luas. Beberapa manfaat yang dapat dirasakan antara lain:

  • Peningkatan pendapatan petani: Dengan produksi padi yang meningkat, diharapkan pendapatan petani juga akan bertambah.
  • Ketersediaan pangan yang cukup: Produksi padi yang optimal akan menjamin ketersediaan beras di pasar lokal dan mendukung ketahanan pangan daerah.
  • Pelestarian lingkungan: Pertanian padi yang berkelanjutan dapat membantu menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam.
Target Produksi Padi Meningkat Signifikan

Pemerintah Kabupaten Sukoharjo telah menetapkan target produksi padi yang cukup ambisius. Pada tahun 2025, diharapkan luas lahan sawah yang ditanami padi mencapai 62.225 hektar dengan tiga kali panen dalam setahun.

Untuk mencapai target tersebut, seluruh pihak terkait harus bekerja sama secara sinergis. Petani diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan mereka, sementara pemerintah daerah dan instansi terkait akan terus memberikan dukungan dan fasilitasi yang diperlukan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Menteri LH Ditantang Tuntaskan Proyek PSEL Padang Raya

27 Mei 2026 - 08:15 WIB

Menbud Fadli Zon Dorong Pembangunan Museum Desa Masif

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

Program TEKAD Sulap Potensi 1.110 Desa Demi Makan Gratis

19 Mei 2026 - 10:19 WIB

Target 59 Negara: Saatnya Produk Desa Sulsel Mendunia

15 Mei 2026 - 07:17 WIB

Trending di PEMERINTAHAN