Tulungagung, Jawa Timur, [DESA MERDEKA]– Wajah birokrasi desa di Kecamatan Pucanglaban resmi memasuki babak baru. Melalui Musyawarah Kecamatan (Muscam) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) yang digelar di Balai Desa Demuk, Kamis (29/1/2026), Sujianto yang menjabat sebagai Carik Desa Demuk terpilih secara aklamasi untuk memimpin organisasi ini hingga lima tahun ke depan.
Terpilihnya Sujianto menjadi sinyal kuat adanya keinginan kolektif para perangkat desa untuk melakukan penyegaran organisasi. Dalam sambutan perdana pasca-terpilih, ia menegaskan komitmennya untuk menghapus sekat antar-perangkat desa demi pelayanan publik yang lebih solid.
“Kita adalah ujung tombak pelayanan. Melalui PPDI, kita pastikan tidak ada rekan kita yang berjalan sendirian dalam memajukan desanya,” ujar Sujianto yang disambut antusias oleh puluhan peserta yang hadir.
Soliditas 95 Persen dan Filosofi Atap Jawa
Musyawarah kali ini mencatatkan tingkat kehadiran yang luar biasa, yakni mencapai 95 persen. Menariknya, sisa 5 persen perangkat sengaja tetap tinggal di kantor desa masing-masing untuk menjamin pelayanan masyarakat tidak terhenti meski organisasi sedang berhajat besar.
Wakil Ketua PPDI Kabupaten Tulungagung, Darosin, S.Ag., dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga kehormatan institusi desa. Ia menggunakan perumpamaan budaya yang menyentuh hati para pamong.
“Kepala Desa itu diibaratkan sebagai atap di rumah kita sendiri. Persatuan harus dijaga, dan kinerja pelayanan masyarakat harus terus ditingkatkan,” pesan Darosin mengingatkan pentingnya sinergi antara perangkat dengan pimpinan desa.
Sinergitas Lintas Sektoral di Pucanglaban
Acara ini bukan sekadar seremoni pergantian pengurus, melainkan panggung unjuk kekuatan sinergi di Pucanglaban. Hal ini terlihat dari hadirnya tokoh-tokoh penting seperti Camat Pucanglaban Setiono, S.Sos., M.M., Wakil Ketua DPRD Tulungagung Ebin Sunarya, hingga jajaran Kapolsek dan Danramil.
Dukungan dari jajaran legislatif dan eksekutif ini diharapkan mempermudah langkah pengurus baru dalam memperjuangkan kesejahteraan perangkat desa serta menghadapi tantangan digitalisasi desa yang kian nyata. Dengan nakhoda baru yang amanah, PPDI Pucanglaban diharapkan mampu menjadi motor penggerak transformasi desa yang lebih modern namun tetap santun secara tradisi.

jurnalis yang berusaha menjaga Marwah

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.