Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PEMILU · 19 Agu 2024 19:13 WIB ·

Suara Kaum Marjinal: Penentu Kualitas Pilkada Jatim 2024


					Suara Kaum Marjinal: Penentu Kualitas Pilkada Jatim 2024 Perbesar

Jember, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Demokrasi yang berkualitas tidak hanya diukur dari angka partisipasi pemilih kelas menengah, melainkan dari sejauh mana kelompok masyarakat marjinal dihargai hak pilihnya. Menyadari hal tersebut, KPU Provinsi Jawa Timur bersama Lingkar Jaya Kapasitas menggelar sosialisasi khusus bagi masyarakat marjinal di Resto Arini Rasa, Senin (19/8/2024).

Langkah jemput bola ini bukan sekadar rutinitas administratif. Sebanyak 100 peserta yang hadir diajak menyadari bahwa suara mereka memiliki bobot yang sama dengan pemilih lainnya dalam menentukan masa depan daerah pada Pilkada Serentak 2024.

Melawan Apatis dengan Literasi Digital
Salah satu poin menarik dalam diskusi ini adalah sorotan terhadap literasi digital. Pandu, seorang penggiat pemberdayaan masyarakat, menekankan bahwa kelompok marjinal kerap menjadi sasaran empuk disinformasi di era digital. Tanpa pemahaman teknologi yang cukup, hak pilih mereka rentan dimanipulasi oleh narasi yang menyesatkan.

“Masyarakat marjinal harus berdaya secara informasi. Literasi digital adalah kunci agar mereka tidak hanya menjadi objek politik, tetapi subjek yang kritis,” ujar Pandu.

Seni dan Tahapan Politik yang Manusiawi
Di sisi lain, pendekatan yang digunakan dalam sosialisasi ini terasa lebih segar dengan kehadiran Toni dari Dewan Kesenian Kampus Universitas Jember. Ia membedah tahapan Pilkada 2024 dengan bahasa yang lebih membumi dan inklusif. Menurutnya, pemahaman teknis mengenai tata cara mencoblos hingga pengenalan kandidat harus disampaikan tanpa sekat birokrasi yang kaku.

Ketua Panitia, Fourzan, bersama perwakilan KPU Jawa Timur, Abdul Halim, menegaskan bahwa partisipasi kelompok marjinal adalah fondasi pilkada yang demokratis. Acara berlangsung interaktif, di mana para peserta tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi aktif melontarkan pertanyaan dalam sesi diskusi.

Guna menjaga antusiasme, panitia juga menyediakan doorprize bagi peserta yang aktif berinteraksi. Inisiatif ini diharapkan mampu mengikis sikap apatis dan memastikan bahwa pada hari pemungutan suara nanti, tidak ada satu pun warga, termasuk mereka yang berada di garis pinggir ekonomi dan sosial, yang kehilangan suaranya.

Sinergi antara penyelenggara pemilu dan aktivis pemberdayaan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pilkada Jatim 2024 berupaya keras merangkul semua golongan demi legitimasi pemimpin yang lebih kuat.

[Tim Liputan desamerdeka.id Jember]

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 102 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pilkades PAW Liunggunung: Empat Putra Terbaik Siap Mengabdi

11 April 2026 - 19:00 WIB

Syarat Cair APBDes Malaka: Data Warga Meninggal Harus Beres

1 April 2026 - 18:09 WIB

Bawaslu Pacitan Ajak Karang Taruna Jinakkan Bom Waktu Pemilu

1 Maret 2026 - 07:53 WIB

Pilkades Digital Karawang: Hemat Anggaran 90 Persen dan Inklusif

31 Desember 2025 - 19:03 WIB

Sistem Termin: Mesin Sunyi Penyimpangan Anggaran Proyek Negara

31 Desember 2025 - 17:24 WIB

Sukses! Desa Pegagan Indramayu Simulasikan Pilwu E-Voting

6 Desember 2025 - 03:37 WIB

Trending di PEMILU