Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

POLITIK · 19 Agu 2024 19:13 WIB ·

Suara Kaum Marjinal: Penentu Kualitas Pilkada Jatim 2024


					Suara Kaum Marjinal: Penentu Kualitas Pilkada Jatim 2024 Perbesar

Jember, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Demokrasi yang berkualitas tidak hanya diukur dari angka partisipasi pemilih kelas menengah, melainkan dari sejauh mana kelompok masyarakat marjinal dihargai hak pilihnya. Menyadari hal tersebut, KPU Provinsi Jawa Timur bersama Lingkar Jaya Kapasitas menggelar sosialisasi khusus bagi masyarakat marjinal di Resto Arini Rasa, Senin (19/8/2024).

Langkah jemput bola ini bukan sekadar rutinitas administratif. Sebanyak 100 peserta yang hadir diajak menyadari bahwa suara mereka memiliki bobot yang sama dengan pemilih lainnya dalam menentukan masa depan daerah pada Pilkada Serentak 2024.

Melawan Apatis dengan Literasi Digital
Salah satu poin menarik dalam diskusi ini adalah sorotan terhadap literasi digital. Pandu, seorang penggiat pemberdayaan masyarakat, menekankan bahwa kelompok marjinal kerap menjadi sasaran empuk disinformasi di era digital. Tanpa pemahaman teknologi yang cukup, hak pilih mereka rentan dimanipulasi oleh narasi yang menyesatkan.

“Masyarakat marjinal harus berdaya secara informasi. Literasi digital adalah kunci agar mereka tidak hanya menjadi objek politik, tetapi subjek yang kritis,” ujar Pandu.

Seni dan Tahapan Politik yang Manusiawi
Di sisi lain, pendekatan yang digunakan dalam sosialisasi ini terasa lebih segar dengan kehadiran Toni dari Dewan Kesenian Kampus Universitas Jember. Ia membedah tahapan Pilkada 2024 dengan bahasa yang lebih membumi dan inklusif. Menurutnya, pemahaman teknis mengenai tata cara mencoblos hingga pengenalan kandidat harus disampaikan tanpa sekat birokrasi yang kaku.

Ketua Panitia, Fourzan, bersama perwakilan KPU Jawa Timur, Abdul Halim, menegaskan bahwa partisipasi kelompok marjinal adalah fondasi pilkada yang demokratis. Acara berlangsung interaktif, di mana para peserta tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi aktif melontarkan pertanyaan dalam sesi diskusi.

Guna menjaga antusiasme, panitia juga menyediakan doorprize bagi peserta yang aktif berinteraksi. Inisiatif ini diharapkan mampu mengikis sikap apatis dan memastikan bahwa pada hari pemungutan suara nanti, tidak ada satu pun warga, termasuk mereka yang berada di garis pinggir ekonomi dan sosial, yang kehilangan suaranya.

Sinergi antara penyelenggara pemilu dan aktivis pemberdayaan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pilkada Jatim 2024 berupaya keras merangkul semua golongan demi legitimasi pemimpin yang lebih kuat.

[Tim Liputan desamerdeka.id Jember]

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 111 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menembus Tembok Parlemen: Ikhtiar Politik Perempuan Minang

15 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Mengapa Plh Kades Dukuh Subang Tebar Peringatan Netralitas?

8 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Gelombang Gen Z Guncang Benteng Petahana Desa Tamansari

20 September 2026 - 18:26 WIB

Peta Senyap di Karanghaur: Menakar Realitas Politik Panggung Desa

16 September 2026 - 16:15 WIB

Fraksi PDI Perjuangan-PKB Sampaikan Pandangan Umum terhadap Ranperda Perubahan APBD Sumbar 2026

15 September 2026 - 19:48 WIB

Saat Sirene Pemilu Padam, Advokasi Kaum Akar Rumput Menyala

30 Juli 2026 - 22:23 WIB

Trending di POLITIK