Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

POLITIK · 25 Feb 2025 14:30 WIB ·

Strategi Wali Kota Kupang Jaga Alam di Akmil Magelang


					<em>Wali Kota Kupang, DR. Christian Widodo (Tengah), sedang mengikuti apel pagi, (dok, Humas Kemendagri & Protokol Kota Kupang)</em> Perbesar

Wali Kota Kupang, DR. Christian Widodo (Tengah), sedang mengikuti apel pagi, (dok, Humas Kemendagri & Protokol Kota Kupang)

Magelang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Lembah Tidar menjadi saksi bisu transformasi kepemimpinan para kepala daerah di Indonesia. Pada hari ketiga Retret Kepala Daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Minggu (23/2/2025), Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menekankan bahwa masa depan ekonomi daerah sangat bergantung pada cara pemimpin menjaga keseimbangan alam.

Berbeda dengan format seminar biasa, dr. Christian Widodo bersama para pemimpin daerah lainnya digembleng sejak pukul 07.00 WIB melalui apel pagi yang sarat kedisiplinan militer. Agenda ini bukan sekadar baris-berbaris, melainkan pembekalan intelektual tingkat tinggi dari Lemhannas dan Kementerian Keuangan untuk mencetak pemimpin yang tangguh secara fiskal dan visioner dalam mengelola lingkungan.

Alam Sebagai Fondasi Pembangunan
Dalam sesi pemaparan Lemhannas, dr. Christian Widodo menyoroti poin krusial: pengelolaan sumber daya alam (SDA) tidak boleh lagi dipisahkan dari kebijakan pembangunan daerah. Baginya, mengejar pertumbuhan ekonomi tanpa mempertimbangkan konservasi adalah langkah yang merugikan di masa depan.

“Setiap daerah punya tantangan unik. Kebijakan berbasis keberlanjutan adalah investasi jangka panjang. Hasilnya bukan cuma soal angka ekonomi, tapi juga warisan lingkungan bagi anak cucu kita,” tegas dr. Christian.

Sinkronisasi Anggaran Bersama Sri Mulyani
Setelah sesi lingkungan, atmosfer retret semakin intens saat Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memaparkan strategi pertumbuhan ekonomi nasional. Sesi ini menjadi sangat vital bagi Kota Kupang dalam menyinkronkan pengelolaan fiskal daerah dengan kebijakan pusat agar program pembangunan berjalan tepat sasaran.

Sebagai penutup, seluruh kepala daerah diwajibkan mengikuti Pre-Test dan Building Learning Commitment (BLC). Tahapan ini dirancang untuk memastikan bahwa komitmen kepemimpinan yang dibangun di Akmil bukan sekadar wacana, melainkan rencana aksi nyata yang siap diterapkan begitu kembali ke daerah masing-masing.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Jurnalis

Satu tanggapan untuk “Strategi Wali Kota Kupang Jaga Alam di Akmil Magelang”

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ulama Babel Desak Prabowo Tarik Indonesia dari Board of Peace

5 Maret 2026 - 14:19 WIB

Caretaker KNPI Papua Barat Daya Siapkan Musda Berbasis Kebudayaan

24 Februari 2026 - 05:05 WIB

Pansus Desa: Strategi Rismanto Akhiri Perang Lahan di Nunukan

21 Februari 2026 - 11:09 WIB

Aktivis Perempuan Elsa Rosmiati Pimpin Militansi Banteng di Pangatikan

19 Februari 2026 - 01:08 WIB

Kolaborasi Unik: Buruh dan Adat Kaltara Kompak Minta Perkuat Polri

12 Februari 2026 - 11:08 WIB

Rahayu Saraswati Siapkan “Inkubator” Pemimpin Muda di Tulungagung

11 Februari 2026 - 08:24 WIB

Trending di POLITIK