Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PENDIDIKAN · 17 Feb 2026 21:32 WIB ·

Strategi Mahasiswa USK Dongkrak Harga Jual Sayur Desa Manyang Cut


					Mahasiswa USK gelar Program Kerja Pelatihan Pengemasan dan Pemasaran Produk pada Jumat (13/2/2026) di Kantor Keuchik Desa Manyang Cut, Pidie Jaya. Perbesar

Mahasiswa USK gelar Program Kerja Pelatihan Pengemasan dan Pemasaran Produk pada Jumat (13/2/2026) di Kantor Keuchik Desa Manyang Cut, Pidie Jaya.

Pidie Jaya, DI Aceh [DESA MERDEKA] Sayuran hidroponik sering kali gagal menembus pasar modern bukan karena kualitasnya yang buruk, melainkan karena kemasannya yang kurang memikat. Menyadari celah ini, 50 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) terjun langsung mengubah wajah produk pertanian di Desa Manyang Cut, Pidie Jaya, Jumat (13/2/2026).

Melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu—Keperawatan, Psikologi, FKIP, dan Pertanian—tim mahasiswa ini mengedukasi ibu-ibu kader tentang cara “mendandani” sayuran agar memiliki nilai jual tinggi. Fokus utamanya sederhana namun krusial: teknik pengemasan dan strategi pemasaran modern.

Menyulap Sawi Pasar Menjadi Produk Supermarket
Dalam demonstrasi yang digelar di Kantor Keuchik, komoditas sawi menjadi bintang utama. Mahasiswa menunjukkan perbandingan visual yang mencolok antara sayuran yang dijual ala kadarnya di pasar tradisional dengan sayuran yang dikemas menggunakan plastic wrap dan plastik polyethylene (PE) standar supermarket.

Edukasi ini memberikan pemahaman baru bagi warga bahwa sayuran yang terlihat “tampan” dan higienis tidak hanya lebih tahan lama, tetapi juga bisa dibanderol dengan harga yang jauh lebih kompetitif. Targetnya, hasil panen hidroponik desa tidak lagi sekadar menjadi konsumsi rumahan, tetapi siap bersaing di rak-rak toko modern.

Sinergi Lintas Ilmu untuk Pemberdayaan
Uniknya, program ini tidak hanya bicara soal teknik menanam. Mahasiswa dari bidang Keperawatan dan Psikologi berperan dalam sisi edukasi kesehatan dan komunikasi persuasif kepada masyarakat, sementara mahasiswa Pertanian memastikan aspek teknis pascapanen tetap terjaga.

Kegiatan ini merupakan estafet dari pembinaan hidroponik sebelumnya. Saat memasuki musim panen, masyarakat kini dibekali kemampuan “jualan” yang mumpuni. Diskusi interaktif mengenai pemasaran digital dan distribusi produk juga menjadi menu utama dalam pelatihan ini.

Mahasiswa USK berharap, melalui sentuhan teknologi pengemasan sederhana ini, jangkauan pemasaran Desa Manyang Cut semakin luas. Harapannya, produk lokal ini bisa menjadi kebanggaan daerah yang memiliki daya saing kuat sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga desa secara berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

DPRD Sumbar Rancang Pendidikan Desa Berstandar Global

17 Juni 2026 - 15:24 WIB

Membangun SDM Desa, Investasi Lebih Berharga dari Beton

12 Juni 2026 - 10:35 WIB

Peran Guru Desa Jaga Kesehatan Mental Siswa

12 Juni 2026 - 10:25 WIB

Evaluasi Makan Bergizi Gratis di Malaka: Tantangan dan Harapan

9 Juni 2026 - 13:59 WIB

Jombang Pastikan Program Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

9 Juni 2026 - 00:02 WIB

Pawai Katam Al-Qur’an, Investasi Karakter Generasi Muda Padang

7 Juni 2026 - 13:06 WIB

Trending di PENDIDIKAN