Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

EKBIS · 20 Feb 2025 15:32 WIB ·

Strategi Jitu Produk Desa Tembus Pasar Ekspor Global


					Strategi Jitu Produk Desa Tembus Pasar Ekspor Global Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Mengubah wajah desa dari sekadar wilayah administratif menjadi pusat ekonomi dunia kini bukan lagi sekadar mimpi. Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT), Ariza Patria, menegaskan bahwa kunci utama percepatan ekonomi perdesaan terletak pada kolaborasi “keroyokan” antar-sektor yang mampu membawa produk lokal ke panggung global.

Dalam ajang BRISI Talk yang mempertemukan BRI dan Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) di Jakarta, Kamis (20/2/2026), Ariza menyoroti betapa krusialnya peran kurasi dan pemasaran profesional. Menurutnya, desa tidak boleh berjalan sendiri; mereka butuh “jembatan” bernama APUDSI dan dukungan perbankan seperti BRI untuk menduniakan potensi mereka.

Mendorong Produk Desa Menjadi Komoditas Ekspor
Selama ini, banyak inovasi desa yang terhambat oleh masalah akses pasar. Di sinilah APUDSI mengambil peran sebagai akselerator. Asosiasi ini tidak hanya sekadar mengelola potensi, tetapi juga mempertajam daya saing produk hasil bumi dan kerajinan tangan agar memenuhi standar internasional.

“Kita ingin produk desa memiliki nilai tambah yang lebih besar. Dengan keterlibatan asosiasi, hasil bumi dan inovasi desa dapat menembus pasar mancanegara,” ungkap Ariza Patria. Targetnya jelas: menjadikan desa sebagai lumbung komoditas ekspor yang tangguh.

Digitalisasi dan Pembiayaan: Napas Baru BUM Desa
Sejalan dengan upaya pemasaran, Bank BRI turut menjadi pilar pendukung dengan membina sedikitnya 4.463 desa di seluruh pelosok Indonesia. Melalui akses pembiayaan dan pembinaan finansial bagi koperasi serta BUM Desa, hambatan permodalan yang selama ini menjadi momok bagi pengusaha desa perlahan mulai terurai.

Keterlibatan perbankan hingga ke pelosok memberikan kepastian bahwa UMKM desa memiliki pondasi keuangan yang sehat. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat transformasi desa berkembang menjadi desa mandiri yang inklusif secara ekonomi.

Ekosistem Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor
Membangun desa di era modern memerlukan ekosistem yang melibatkan akademisi, media, filantropis, hingga tokoh masyarakat. Sinergi lintas sektor ini diharapkan menciptakan keberlanjutan, sehingga kemajuan desa tidak berhenti pada satu proyek saja.

“Desa yang kuat akan menjadi fondasi bagi kemajuan bangsa. Kita harus bergerak bersama untuk mendorong pertumbuhan yang lebih pesat,” pungkas Ariza. Melalui integrasi antara produksi desa, kurasi asosiasi, dan dukungan modal perbankan, Indonesia tengah menyiapkan desa sebagai raksasa ekonomi baru di masa depan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 79 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sambut Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 5 Latih 70 Frontliner Layani Penumpang Disabilitas

6 Maret 2026 - 11:55 WIB

Jombang Kucurkan Rp5 Miliar Demi Selamatkan Petani Tembakau

27 Februari 2026 - 07:50 WIB

Ironi Impor Mobil India di Tengah Ambisi Prabowonomics

21 Februari 2026 - 12:20 WIB

Pasar Modal Indonesia: Bendungan Bisnis yang Sedang Mengalami Kebocoran

19 Februari 2026 - 11:25 WIB

Siasat Perbankan Syariah Melawan Stigma Mahal dan Ganti Istilah

17 Februari 2026 - 20:41 WIB

Kampung Industri: Strategi Asprindo Sulap BUMDes Jadi Raksasa Ekonomi

17 Februari 2026 - 11:38 WIB

Trending di BUMDes