Pati [DESA MERDEKA] – Organisasi yang fokus pada perlindungan hak-hak anak, Rumah PPAI, tengah gencar mengampanyekan gerakan “Stop Money Politics” di Kabupaten Pati. Mereka menyoroti dampak destruktif praktik politik uang, bukan hanya bagi tatanan demokrasi, melainkan juga secara signifikan merugikan masa depan generasi muda, terutama dalam aspek pendidikan dan kesejahteraan.
Sekretaris Jenderal Rumah PPAI yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati, A.S Agus Samudra, dengan tegas menyatakan bahwa politik uang adalah “racun” yang menggerogoti sendi-sendi sosial. “Ketika kekuatan uang lebih dominan daripada aspirasi rakyat, anak-anaklah yang akan menanggung kerugian terbesar. Anggaran pendidikan yang seharusnya dialokasikan untuk peningkatan mutu sekolah berpotensi diselewengkan demi kepentingan pribadi,” ujarnya.

Lebih lanjut, A.S Agus Samudra memaparkan beberapa alasan mengapa praktik politik uang sangat merugikan anak-anak. Pertama, menghambat akses pendidikan berkualitas karena potensi pemotongan anggaran pendidikan akibat korupsi akan berdampak langsung pada fasilitas sekolah, ketersediaan buku, dan alat penunjang belajar. Kedua, menciptakan ketidakadilan di mana anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi akan semakin sulit meraih cita-cita karena tidak memiliki kesempatan yang setara dengan anak-anak dari keluarga berada. Ketiga, mencemari lingkungan belajar dengan menormalisasi budaya korupsi di kalangan generasi muda.
Menyadari bahaya laten politik uang, Rumah PPAI mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya orang tua dan generasi muda, untuk mengambil peran aktif dalam memberantas praktik ini. Langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan antara lain adalah meningkatkan kesadaran akan bahaya politik uang melalui diseminasi informasi, menolak segala bentuk suap atau iming-iming materi saat pemilihan umum, memilih pemimpin yang memiliki integritas dan visi yang jelas untuk masa depan anak-anak, serta berpartisipasi aktif dalam pengawasan jalannya pemilu dan melaporkan setiap indikasi kecurangan.
Sebagai wujud komitmen nyata, Rumah PPAI tidak hanya sebatas melakukan kampanye verbal. Mereka telah melaksanakan berbagai aksi seperti sosialisasi bahaya politik uang di berbagai sekolah, memberikan pelatihan kepada para guru agar dapat menjadi agen perubahan di lingkungan pendidikan, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan media massa, untuk memperluas jangkauan kampanye “Stop Money Politics”.
Dengan upaya kolektif dan kesadaran bersama untuk memerangi politik uang, Rumah PPAI optimis bahwa masa depan yang lebih baik dan cerah bagi anak-anak Indonesia dapat terwujud. Anak-anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, lingkungan yang kondusif, dan masa depan yang penuh harapan.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.