Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Ribuan warga memadati halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat, Selasa (27/5/2026), untuk melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah. Di balik kekhidmatan ibadah, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menitipkan pesan penting bagi seluruh masyarakat hingga ke tingkat desa: kurban bukan sekadar ritual ibadah, melainkan aksi nyata merawat kemanusiaan dan alam.
Tahun ini, Pemerintah Provinsi Sumbar bersama BUMD dan mitra strategis menyalurkan 140 ekor sapi dan 33 ekor kambing. Bantuan ini tidak hanya terkonsentrasi di pusat kota, melainkan didistribusikan hingga ke berbagai kabupaten dan kota. Langkah ini menjadi stimulus bagi masyarakat desa untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.
“Semoga amanah kurban ini menghadirkan kebahagiaan bagi warga yang menerima, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiah kita,” ujar Mahyeldi.
Lebih dari sekadar pembagian daging, Gubernur menekankan tema “Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan.” Ia secara eksplisit mengajak panitia kurban, baik di masjid perkotaan maupun mushalla di pelosok desa, untuk beralih ke praktik kurban ramah lingkungan. Hal ini mencakup pengurangan drastis penggunaan plastik sekali pakai dalam distribusi daging kurban.
Pesan ini sangat relevan dengan upaya pembangunan karakter masyarakat yang diusung Pemprov Sumbar. Menurut Mahyeldi, kemajuan daerah—termasuk kemajuan desa—harus kokoh di atas pondasi iman, akhlak, dan persatuan. Ia mendorong agar semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Minangkabau terus dirawat, termasuk dalam cara kita memperlakukan lingkungan di setiap perayaan hari besar.
Melalui sinergi ini, Pemerintah Provinsi berharap nilai-nilai pengorbanan Nabi Ibrahim A.S. dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari, menciptakan daerah yang lebih madani, maju, dan bermartabat. Pelaksanaan shalat yang dipimpin imam Muhammad Fathoni dan khutbah oleh Afrinaldi ini menjadi pengingat bahwa kebaikan dari tingkat provinsi haruslah dirasakan manfaatnya hingga ke pelosok desa di Ranah Minang.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.