Program Speling Dinas Kesehatan Blora Permudah Akses Dokter Spesialis di Pedesaan
Blora, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Akses layanan kesehatan spesialis yang kerap sulit dijangkau warga pedesaan kini semakin mudah berkat program inovatif Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang digagas oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Blora. Ratusan warga Desa Kadengan, Kecamatan Randublatung, Blora, memadati Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) sejak Kamis, 20 November 2025 pagi, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap layanan kesehatan jemput bola ini.
Mulai dari ibu hamil, lansia, hingga bapak-bapak tampak sabar menanti giliran. Sekitar pukul 09.00 WIB, halaman PKD Kadengan telah penuh oleh warga yang mendaftar. Para peserta diarahkan untuk menyerahkan fotokopi KTP dan mendapatkan pemeriksaan awal yang komprehensif. Tujuh tenaga kesehatan berseragam adat Samin melayani warga dengan melakukan pemeriksaan lengkap, meliputi tensi darah, gula darah, tinggi dan berat badan, serta pengukuran lingkar perut.
Warga Merasa Sangat Terbantu, Hemat Waktu dan Biaya
Program Dokter Speling ini sangat dirasakan manfaatnya oleh warga yang biasanya harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota atau kecamatan lain untuk bertemu dokter spesialis. Sulasmi, salah satu warga yang tengah hamil dua bulan, mengaku lega karena bisa memeriksakan kandungannya tanpa perlu repot.
“Biasanya saya harus memakan waktu sekitar satu jam lebih untuk pergi ke dokter spesialis kandungan di Kecamatan Cepu. Kalau ke PKD sini cuma lima menit. Jadi lebih gampang dan tidak capek. Program ini sangat membantu,” ujar Sulasmi, Kamis, 20 November 2025.
Kemudahan akses ini tidak hanya menghemat waktu tempuh, tetapi juga biaya transportasi yang selama ini menjadi beban bagi warga desa.
Target 41 Desa: Melibatkan Dokter RS Negeri dan Swasta
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Nur Betsia Bertawati, menjelaskan bahwa program Speling merupakan upaya nyata pemerintah daerah untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok. Program ini telah berjalan sejak Juni 2025 dan direncanakan akan terus berlanjut hingga Desember.
“Program Speling ini menyasar total 41 desa di Blora. Di setiap titik layanan, kami biasanya dapat melayani antara 100 sampai 150 warga,” jelas Betsia.
Ia menambahkan bahwa program ini melibatkan kolaborasi para dokter spesialis dari rumah sakit negeri maupun swasta yang berada di Blora. Selain pemeriksaan fisik dan diagnosis, warga juga mendapatkan edukasi kesehatan dan arahan tindak lanjut yang disesuaikan dengan hasil pemeriksaan masing-masing. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga desa terhadap kondisi kesehatan mereka dan mendorong perubahan perilaku hidup sehat.
Keberhasilan program di Desa Kadengan ini menjadi cerminan bahwa pendekatan jemput bola di tingkat PKD sangat efektif dalam mengatasi kendala geografis dan ekonomi yang dihadapi masyarakat pedesaan. Program Speling diharapkan mampu menciptakan derajat kesehatan masyarakat Blora yang lebih merata dan berkualitas.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.