Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Masjid Darul Huda Padang kini tengah bertransformasi menjadi titik temu yang unik antara tradisi dan masa depan. Ketua Umum Bundo Limpapeh Rumah Gadang, Dra. Purnamawati, MM, secara khusus meninjau keaktifan remaja masjid setempat untuk mensinergikan pendidikan karakter berbasis adat Minangkabau dengan konsep Smart Mosque atau masjid pintar berbasis teknologi, Selasa (3/2/2026).
Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya kekhawatiran terhadap kenakalan remaja dan tawuran di Sumatera Barat. Purnamawati menegaskan bahwa benteng pertahanan terbaik bagi generasi muda adalah penguatan identitas moral melalui adat.
“Kita punya tanggung jawab moral agar anak muda tidak terpengaruh lingkungan yang tidak sehat. Penting menanamkan kembali etika duduak tagak, berbicara, hingga berpakaian sesuai adat Minangkabau,” ujar Purnamawati di hadapan pengurus masjid dan Ikatan Remaja Masjid Darul Huda (Irmasda).

Ruang Workshop Digital dan Ambisi Kreator Muda
Di sisi lain, pengurus Masjid Darul Huda tidak ingin remaja hanya terpaku pada cara lama. Ketua Umum Masjid, M. Fathi, mengungkapkan visi besar mengenai Smart Mosque. Ia mengusulkan pengadaan Digital Space atau ruang workshop digital yang komplit di lingkungan masjid.
Tujuannya ambisius: mengubah hobi bermain game para remaja menjadi kemampuan produktif seperti menjadi kreator konten, penguasaan teknologi AI, coding, hingga desain digital. “Kami berharap Pemerintah Kota Padang dapat memfasilitasi ruang workshop ini. Ini wadah agar hobi remaja terakomodir ke arah positif dan melek teknologi,” tutur Fathi.
Ramadan: Uji Dinamika Remaja
Ketua Irmasda, Muhammad Galang Pratama, mengakui bahwa mengelola organisasi masjid di tengah kesibukan sekolah dan kuliah adalah tantangan tersendiri. Namun, memasuki bulan Ramadan, dinamika remaja masjid justru semakin meningkat.
Selama bulan suci, para remaja berkolaborasi dengan Majelis Taklim dalam:
- Penyediaan takjil setiap sore.
- Tadarus pagi bagi Majelis Taklim dan tadarus malam bagi remaja.
- Pengelolaan operasional harian masjid yang padat kegiatan.
Sinergi antara etika adat dari Bundo Kanduang dan visi digital dari pengurus masjid diharapkan menjadi model baru bagi pembangunan karakter “Orang Mudo” di Sumatera Barat yang tidak hanya santun secara perilaku, tapi juga tangguh secara skill teknologi.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.