Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KUMHANKAM · 5 Jan 2024 20:07 WIB ·

Sitiarjo Membara: Warga Polisikan Perangkat Desa Soal Tanah Kas


					<em>Perwakilan warga Desa Sitiarjo saat menyampaikan laporan dugaan penyelewengan Tanah Kas Desa (TKD) di Unit Tipikor Polres Malang.</em> Perbesar

Perwakilan warga Desa Sitiarjo saat menyampaikan laporan dugaan penyelewengan Tanah Kas Desa (TKD) di Unit Tipikor Polres Malang.

Malang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Kesabaran warga Desa Sitiarjo, Kabupaten Malang, akhirnya habis. Setelah berbagai aduan di tingkat kecamatan hingga inspektorat seolah membentur tembok tinggi, perwakilan masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Sitiarjo Bangkit (KSB) resmi melaporkan oknum perangkat desa mereka ke Unit Tipikor Polres Malang atas dugaan penyewaan Tanah Kas Desa (TKD) untuk kepentingan pribadi.

Pelaporan ini bukan sekadar soal sewa-menyewa lahan, melainkan kulminasi dari kekecewaan warga atas nihilnya transparansi pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). “Masyarakat selama ini merasa dibohongi. Tidak ada transparansi informasi terkait pengelolaan TKD hingga Pendapatan Asli Desa (PAD),” tegas Koordinator KSB, Mas Doni.

Birokrasi Buntu, Polisi Jadi Tumpuan
Upaya mencari kejelasan sebenarnya telah dilakukan melalui jalur formal. KSB mengeklaim sudah mengadu ke Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Muspika Sumbermanjing Wetan, hingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang. Namun, sikap pemerintah desa yang terkesan mengabaikan aspirasi justru memicu kecurigaan yang lebih dalam di kalangan warga.

Kondisi ini menciptakan keresahan sosial yang serius. Warga merasa aspirasi mereka tidak pernah diindahkan, sehingga langkah hukum ke Polres Malang dianggap sebagai satu-satunya cara untuk memecah kebuntuan dan memberikan edukasi hukum bagi masyarakat luas.

Melawan Mitos “Kebal Hukum” di Desa
Selain menuntut pengembalian hak desa, laporan ini bertujuan mematahkan anggapan adanya oknum yang memiliki koneksi kuat sehingga kebal hukum. Mas Bagus, perwakilan KSB lainnya, menekankan agar pihak berwenang bertindak tegas tanpa pandang bulu. Mereka berharap kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh perangkat desa di Malang bahwa masyarakat kini lebih berani dan kritis.

Kasus Sitiarjo menjadi pelajaran pahit bagi tata kelola desa: tanpa akuntabilitas yang nyata, kepercayaan masyarakat akan runtuh. Kini, bola panas berada di tangan penyidik Polres Malang untuk membuktikan apakah ada tindak pidana korupsi yang merugikan hajat hidup orang banyak di desa tersebut.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 239 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sinergi Muspika Pebayuran Jamin Keamanan Pelayanan Publik Desa

1 Juli 2026 - 17:20 WIB

Tulungagung Perketat Keamanan Tradisi Suro di Tingkat Desa

11 Juni 2026 - 20:22 WIB

Perampokan Rumah Guru di Desa Ciberung, Warga Diminta Waspada

5 Juni 2026 - 14:08 WIB

Intimidasi di Polsek Obi, Warga Desa Sambiki Menuntut Keadilan

2 Juni 2026 - 15:54 WIB

Jerat Prematur Kasus Pupuk Ilegal Tulungagung di Lahan Sendiri

25 Mei 2026 - 22:52 WIB

Kemenangan Rakyat Kecil: Hakim Batalkan Status Tersangka Warga Tanggamus

6 Mei 2026 - 15:34 WIB

Trending di KUMHANKAM