Malang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Gelombang ketidakpuasan warga terhadap Pemerintah Desa (Pemdes) Sitiarjo, Kabupaten Malang, kembali memuncak. Pada Senin pagi (22/05/2023), masyarakat dari berbagai dusun—terutama Krajan Kulon—membentangkan spanduk tuntutan di kawasan Tugu Alfa Omega. Fokus utamanya satu: mendesak perbaikan jalan yang rusak parah dan transparansi penuh atas pengelolaan dana desa.
Aksi ini bukan sekadar protes spontan, melainkan wujud kekecewaan yang telah mengendap selama bertahun-tahun. Warga merasa tidak pernah mendapatkan informasi yang jelas mengenai realisasi Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), maupun Pendapatan Asli Desa (PAD). Akibatnya, spekulasi negatif mulai menjalar di tengah masyarakat akibat minimnya keterbukaan informasi.
Jalan Rusak dan Anggaran yang “Gelap”
Siswadi, tokoh masyarakat setempat, menegaskan bahwa warga sudah sangat kecewa dengan pola komunikasi Pemdes yang dianggap menutup diri dari masyarakat. Mereka menuntut laporan penggunaan dana diberikan secara berkala agar tidak ada kesimpangsiuran informasi yang merusak kepercayaan warga kepada pemerintahnya sendiri.
Kondisi jalan desa yang hancur di Dusun Krajan Kulon menjadi simbol fisik dari kegagalan tata kelola yang dirasakan warga. Sebelumnya, warga dari Dusun Rowo Teratai juga telah melakukan aksi serupa, menunjukkan bahwa masalah ini merupakan keresahan kolektif lintas dusun di Desa Sitiarjo.

Pemuda Desa Turut Ambil Peran
Menariknya, aksi di ruas jalan utama ini juga digerakkan oleh kalangan pemuda. Dipimpin oleh tokoh pemuda setempat, Doni Rpm, generasi muda Sitiarjo kini lebih kritis dalam mengawal hak-hak desa. Mereka tidak lagi menjadi penonton, tetapi menjadi garda depan dalam menuntut akuntabilitas pemerintah desa.
Masyarakat Sitiarjo kini hanya berharap pada satu hal: kejujuran. Mereka menuntut laporan yang lengkap dan transparan mengenai setiap rupiah yang masuk ke kas desa agar kepercayaan publik dapat dipulihkan.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.