Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

PEMERINTAHAN · 20 Feb 2026 08:19 WIB ·

Sinergi Danantara dan BUMN Percepat Pembangunan Infrastruktur Sumbar


					Sinergi Danantara dan BUMN Percepat Pembangunan Infrastruktur Sumbar Perbesar

Agam, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Wajah infrastruktur Sumatera Barat (Sumbar) bersiap mengalami perubahan besar. Kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi Sumbar, DPR RI, dan Danantara kini tengah mematangkan rencana pembangunan sejumlah titik krusial di Kabupaten Agam dan Tanah Datar. Fokus utamanya adalah mengurai kemacetan menahun di Padang Luar serta menekan angka kecelakaan di jalur tengkorak Panyalaian.

Kunjungan kerja pada Rabu (19/2/2026) menjadi momentum penting saat Gubernur Mahyeldi Ansharullah, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, dan COO Danantara Dony Oskaria meninjau langsung lokasi proyek. Kehadiran Danantara menjadi kunci dalam penyediaan lahan milik BUMN, terutama PT Kereta Api Indonesia (KAI), yang akan digunakan sebagai landasan pembangunan flyover dan escape ramp.

Solusi Macet Padang Luar dan Keselamatan Panyalaian
Pasar Padang Luar di Kabupaten Agam sudah lama dikenal sebagai titik jenuh kemacetan jalur lintas Padang–Bukittinggi. Rencananya, sebuah flyover akan dibangun di atas lahan PT KAI. Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, memastikan desain konstruksi akan menyesuaikan operasional kereta api, dengan pilar-pilar yang diletakkan sejajar badan jalan agar sirkulasi transportasi tetap aman.

Sementara itu, di ruas Panyalaian, Tanah Datar, yang memiliki turunan curam dan rawan rem blong, akan dibangun jalur pemberhentian darurat (escape ramp). Fasilitas penyelamat ini juga akan memanfaatkan lahan milik KAI untuk menjamin keselamatan pengendara.

“Proyek ini memiliki dampak ekonomi signifikan. Infrastruktur yang baik akan menurunkan biaya logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Dony Oskaria di sela peninjauan.

Sentuhan Kemanusiaan di Malalo
Selain proyek jalan, Danantara menunjukkan komitmen sosialnya dengan membiayai penuh pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan. Huntara ini menjadi harapan baru bagi masyarakat terdampak bencana di Sumbar yang selama ini mendambakan tempat tinggal layak.

Gubernur Mahyeldi optimistis koordinasi lintas sektor ini segera tuntas. Sinergi antara pusat, daerah, BUMN, dan lembaga investasi seperti Danantara dianggap sebagai bukti nyata percepatan pembangunan yang tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.

Andre Rosiade menambahkan, keamanan warga adalah prioritas tertinggi. “Desainnya harus matang agar solusi ini benar-benar menyelesaikan persoalan tanpa menimbulkan korban baru di masa depan,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sanksi Menanti Tiga Kades Malaka Akibat Dana Desa Macet

25 Februari 2026 - 13:49 WIB

Sumatera Barat Jadi Laboratorium Nasional Penanganan Bencana Terpadu

24 Februari 2026 - 09:42 WIB

Akses Keadilan Menembus Desa: Kolaborasi Hukum Terbesar di NTT

21 Februari 2026 - 20:08 WIB

Mahyeldi Tagih Dana Pusat Demi Pulihkan Sumbar Pascabencana

21 Februari 2026 - 04:36 WIB

Satu Warung Dibongkar, Polemik Tebang Pilih Satpol PP Tulungagung

19 Februari 2026 - 12:34 WIB

Dana Desa 2026: Fokus Hasil Nyata Penggerak Ekonomi Warga

14 Februari 2026 - 14:04 WIB

Trending di PEMERINTAHAN