Agam, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Wajah infrastruktur Sumatera Barat (Sumbar) bersiap mengalami perubahan besar. Kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi Sumbar, DPR RI, dan Danantara kini tengah mematangkan rencana pembangunan sejumlah titik krusial di Kabupaten Agam dan Tanah Datar. Fokus utamanya adalah mengurai kemacetan menahun di Padang Luar serta menekan angka kecelakaan di jalur tengkorak Panyalaian.
Kunjungan kerja pada Rabu (19/2/2026) menjadi momentum penting saat Gubernur Mahyeldi Ansharullah, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, dan COO Danantara Dony Oskaria meninjau langsung lokasi proyek. Kehadiran Danantara menjadi kunci dalam penyediaan lahan milik BUMN, terutama PT Kereta Api Indonesia (KAI), yang akan digunakan sebagai landasan pembangunan flyover dan escape ramp.
Solusi Macet Padang Luar dan Keselamatan Panyalaian
Pasar Padang Luar di Kabupaten Agam sudah lama dikenal sebagai titik jenuh kemacetan jalur lintas Padang–Bukittinggi. Rencananya, sebuah flyover akan dibangun di atas lahan PT KAI. Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, memastikan desain konstruksi akan menyesuaikan operasional kereta api, dengan pilar-pilar yang diletakkan sejajar badan jalan agar sirkulasi transportasi tetap aman.
Sementara itu, di ruas Panyalaian, Tanah Datar, yang memiliki turunan curam dan rawan rem blong, akan dibangun jalur pemberhentian darurat (escape ramp). Fasilitas penyelamat ini juga akan memanfaatkan lahan milik KAI untuk menjamin keselamatan pengendara.
“Proyek ini memiliki dampak ekonomi signifikan. Infrastruktur yang baik akan menurunkan biaya logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Dony Oskaria di sela peninjauan.
Sentuhan Kemanusiaan di Malalo
Selain proyek jalan, Danantara menunjukkan komitmen sosialnya dengan membiayai penuh pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan. Huntara ini menjadi harapan baru bagi masyarakat terdampak bencana di Sumbar yang selama ini mendambakan tempat tinggal layak.
Gubernur Mahyeldi optimistis koordinasi lintas sektor ini segera tuntas. Sinergi antara pusat, daerah, BUMN, dan lembaga investasi seperti Danantara dianggap sebagai bukti nyata percepatan pembangunan yang tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.
Andre Rosiade menambahkan, keamanan warga adalah prioritas tertinggi. “Desainnya harus matang agar solusi ini benar-benar menyelesaikan persoalan tanpa menimbulkan korban baru di masa depan,” pungkasnya.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.