Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

POLITIK · 7 Jul 2023 19:50 WIB ·

Sembilan Tahun Menjabat: Karaeng Rannu Gebrak Pilkades Bantaeng


					Sembilan Tahun Menjabat: Karaeng Rannu Gebrak Pilkades Bantaeng Perbesar

Bantaeng, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] – Desa Pattallassang, Kecamatan Tompobulu, mendadak riuh oleh ratusan simpatisan yang mengantar Andi Rahmawati, SE, menuju sekretariat pendaftaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), Jumat (7/7/2023). Figur perempuan yang akrab disapa Karaeng Rannu ini menjadi pendaftar pertama yang secara resmi menantang kursi kepemimpinan desa untuk periode panjang, yakni 2023–2032.

Pilkades kali ini terasa spesial dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pattallassang merupakan satu dari 25 desa di Kabupaten Bantaeng yang akan menerapkan aturan baru berdasarkan perubahan Undang-Undang Desa. Jika sebelumnya jabatan kepala desa hanya enam tahun, kini pemenang pilkades akan memimpin selama sembilan tahun dalam satu periode.

E-Voting dan Sinyal Persaingan Panas

Panitia Pilkades Pattallassang mengungkapkan bahwa pendaftaran telah memasuki hari kedua sejak dibuka pada 6 Juli lalu. Berdasarkan Peraturan Bupati Bantaeng, pemilihan serentak yang dijadwalkan pada 30 Oktober 2023 mendatang akan menggunakan sistem E-Voting.

Ramli Adhitya, salah satu panitia Pilkades, menyebutkan sudah ada gambaran mengenai peta persaingan. Hingga saat ini, diperkirakan akan ada empat bakal calon yang bertarung. Selain Karaeng Rannu, nama kuat lainnya adalah H. Andi Zubair, SH (Karaeng Andiz). Menariknya, Karaeng Andiz yang saat ini masih berada di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji, dijadwalkan akan didaftarkan oleh pemegang kuasa pada Senin (10/7/2023).

Tahapan Verifikasi dan Harapan Masyarakat

Panitia akan terus membuka pendaftaran hingga 18 Juli 2023. Setelah proses pendaftaran ditutup, seluruh berkas bakal calon tidak langsung disahkan, melainkan harus melewati fase krusial pada Agustus mendatang.

“Berkas yang masuk akan diverifikasi secara ketat. Nantinya ada ruang bagi bakal calon untuk melakukan perbaikan jika ditemukan adanya kekurangan dokumen,” jelas Ramli.

Munculnya representasi perempuan seperti Karaeng Rannu di tengah dominasi calon laki-laki memberikan warna baru bagi demokrasi lokal di Sulawesi Selatan. Masyarakat Pattallassang kini berharap masa jabatan sembilan tahun yang ditawarkan dalam Pilkades kali ini mampu membawa perubahan signifikan. Di atas segalanya, warga menuntut proses pemilihan yang aman, lancar, dan tetap kondusif meski persaingan mulai menghangat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 256 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gelombang Gen Z Guncang Benteng Petahana Desa Tamansari

20 September 2026 - 18:26 WIB

Peta Senyap di Karanghaur: Menakar Realitas Politik Panggung Desa

16 September 2026 - 16:15 WIB

Fraksi PDI Perjuangan-PKB Sampaikan Pandangan Umum terhadap Ranperda Perubahan APBD Sumbar 2026

15 September 2026 - 19:48 WIB

Saat Sirene Pemilu Padam, Advokasi Kaum Akar Rumput Menyala

30 Juli 2026 - 22:23 WIB

PDI-P Dorong Ronaldo Asury Maju Pilkada Malaka 2030

26 Juli 2026 - 14:23 WIB

Membangun Sumatra Barat dari Kekuatan Identitas Budaya Nagari

19 Juli 2026 - 21:50 WIB

Trending di POLITIK