Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 25 Feb 2026 05:51 WIB ·

Sembilan Dusun Bersatu dalam Tradisi Tarawih Keliling Delik


					Sembilan Dusun Bersatu dalam Tradisi Tarawih Keliling Delik Perbesar

Tuntang, Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ranting Delik kembali membuktikan bahwa Ramadan adalah perekat sosial terbaik melalui program Tarawih Silaturahmi (TarHim). Memasuki tahun kelima pelaksanaannya, Pasukan TarHim menembus hujan rintik-rintik menuju Dusun Toyogiri untuk menggelar putaran ketiga dari total sembilan lokasi di Desa Delik, Kecamatan Tuntang.

Kegiatan yang berpusat di Masjid Baitul Muttaqin ini tidak sekadar ibadah formal. Ini adalah misi konsolidasi warga dari sembilan dusun berbeda untuk duduk dalam satu saf. Dengan manajemen ala militer namun santun, sekitar 50 anggota Ansor dibagi menjadi empat kelompok koordinasi guna memastikan syiar Ramadan menyentuh setiap sudut desa tanpa terkecuali.

Kepemimpinan Hafiz Al-Qur’an dan Energi Muda
Daya tarik utama TarHim tahun ini terletak pada sosok Ketua GP Ansor Ranting Delik, Fauzan Ali Mustofa. Sebagai seorang hafiz Al-Qur’an, Fauzan tidak hanya memimpin organisasi, tetapi juga turun langsung menjadi imam salat tarawih. Kehadiran sosok pemimpin muda yang kompeten secara spiritual ini menjadi magnet tersendiri bagi generasi milenial dan Gen Z di Desa Delik untuk meramaikan masjid.

Eksistensi pemuda di garda terdepan menunjukkan bahwa estafet kepemimpinan agama di tingkat desa berjalan sangat dinamis dan penuh semangat kebersamaan.

Menghapus Sekat Dusun Lewat Ukhuwah
Nuansa persaudaraan semakin kental saat Multazam, tokoh muda dari Dusun Jelok, memberikan tausiah di depan jamaah Toyogiri. Pengambilan penceramah dari dusun tetangga ini merupakan strategi cerdas untuk mencairkan sekat geografis antarwarga.

“TarHim adalah sarana kita memperkuat hubungan sosial. Ramadan tidak boleh hanya menjadi ritual pribadi, tetapi harus menjadi modal besar membangun persatuan masyarakat Delik,” tegas Multazam dalam pesannya.

Tradisi TarHim kini telah menjadi identitas unik Desa Delik. Melalui langkah-langkah kecil dari masjid ke masjid, GP Ansor berhasil mengubah rutinitas Ramadan menjadi gerakan solidaritas yang nyata, memastikan bahwa ukhuwah Islamiyah tetap terjaga meski diguyur hujan sekalipun.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 71 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Asa Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Luka di Bacan Barat: Saat Dana Kesehatan Desa Dikorupsi

20 April 2026 - 22:18 WIB

Bukan Sekadar Plakat: Vasko Ruseimy dan Solidaritas Kebencanaan Sumbar

17 April 2026 - 14:54 WIB

Trending di RAGAM